Hidup hanya 2.5 jam
Mungkin selama ini sebagian dari diri kita selalu mengeluh. Mengeluh tentunya diiringi rasa kurang bersyukur dengan semua yang Allah beri. Heemm bener2 dah manusia tuh mang kurang banget syukurnya.
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (Al A’raf:10).
Mungkin tanpa sadar kita mengeluh tentang repotnya mengurus anak, kerjaan yang ga beres2, penyakit yang diderita, masih ngontraklah inilah itulah…banyak banget yg kita keluhin. Tapi tahukan kawan kita hanya tinggal di Dunia ini hanya 2.5 jam saja so nikmatilah hidup di dunia apapun keadaannya. Kok bisa cuman 2.5 jam??
Yuk kita itung bareng2
. Sebelumya simak dulu ayat2 Allah berikut:
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (As Sajdah:5)
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun yang kamu hitung. (Al Hajj:47)
dari 2 ayat di atas tentu kita bisa mengambil kesimpulan sbb:
1 hari di akhirat = 1000 tahun di dunia
misal kita diberi kesempatan hidup di dunia 100 th (inipun sepertinya jarang terjadi
). maka…
umur kita di sisi Allah = 100/1000 x 24 jam = 2.4 Jam (ups ternyata cuman 2,4 jam kurang dari 2,5 jam).
Trus apa hikmah dari itung2an ini…??
Kawan apalah artinya repot mengurus anak toh kita cuman hidup 2,5 jam disini daripada kita repot di neraka selama 2,5 jam(berarti 2500 tahun dong hiii takut…) hanya karena mendurhakai anak.hiks.
Tak perlulah kita mengeluh tak bisa beli ini itu, kurang financial dll. Toh kita akan menikmatinya nanti di akhirat lebih lama dibandingkan apa yang kita keluhkan di Dunia. So klo kita sudah merasa manusia paling menderita di Dunia ini ingat KITA CUMAN HIDUP 2,5 JAM. ya kan??
Tinggal bagaimana kita memanfaatkan waktu yang diberi Allah untuk bekal hidup kita di Akhirat (yang tentunya lebih lama). Tahukah kawan Allah juga mengingatkan kita untuk menyiapkan bekal untuk diri kita baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (Al Baqarah:197)
http://arifani.wordpress.com
Comments
Post a Comment