- SELAMAT MELAYARI BLOG INI SEMOGA KITA MEMPEROLEHI MANFAATNYA DAN HARAP DISEBARLUASKAN KEPADA PEMBACA YANG LAIN PULA BERSESUAIAN DENGAN SABDA RASULULLAH S.A.W "SAMPAIKAN DARIPADAKU WALAUPUN DENGAN SATU AYAT"

Thursday, October 4, 2012







* Usaha dan Kerja Halal yang Sesuai Fitrah dan Syariat *



 
SEBAGIAN Orang berkeyakinan bahwa agama Islam menyeru para pengikutnya lebih mementingkan hidup fakir, keadaan lemah, kemiskinan dan zuhud yang dapat menghambat dan melemahkan kehidupan menghambat dan melemahkan kehidupan.Kemudian berdiam diri, tanpa memikirakan bagaimana meningkatkan kehidupan meniti tangga-tangga kesempurnaan yang ditentukan Allah dalam cakupan ilmu-Nya.



Sesungguhnya bekerja menghasilkan rezeki merupakan salah satu bentuk ibadah yang murni dan inti. Karena bekerja untuk mendapatkan rezeki adalah suatu ketaatan terhadap perintah Allah Swt, dan kepatuhan terhadap perintah Nabi-Nya Saw. Dalam hal ini Allah Swt berfirman:

" Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung." ( Qur'an: Al-Jumu'ah :10 ).

Dalam hadits sahih diriwayatkan Abu Hurairah r.a., Rasulullah Swa bersabda:

" Salah seorang kalian keluar di pagi hari, lalu memikul kayu bakar di atas punggungnya, kemudian ia bersedekah dengan hasil yang di dapatnya, lalu ia tidak meminta-minta kepada manusia adalah lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada seseorang lalu ia diberi atau tidak diberi. Sesungguhnya tangan diatas (yang memberi) lebih afdhal daripada tangan yang di bawah (Yang meminta-minta). Dan mulailah bersedekah kepada orang yang menjadi tanggunganmu." ( HR. Tarmidzi ).
Dalan Atsar disebutkan bahwa Luqman al-Hakim berwasiat kepada anaknya :
" Wahai anakku ,Culupkanlah dirimu dari kefakiran dengan kerja yang halal ! Sesungguhnya orang yang meminta-minta niscaya akan ditimpa tiga karakter, yaitu: @ Ia telah memperbudak agamanya, @ Lemah akalnya, @ dan kepribadiannya akan hilang. " Yang lebih dasyat dari tiga hal tadi yaitu,orang akan meremehkannya.

Di samping menganjurakan para umatnya untuk bekerja dan tidak menganggur.Islam pun menekankan kepada mereka, agar selalu mempraktekan nilai-nilai di saat mereka bekerja. Karena sesunggunya, kekuatan ekonomidan kuantitas produksi dalam masyarakat ternyata berkaitan erat dan mempunyai korelasi (hubungan) yang sangat sempurna dengan konsekuensi akan nilai-nilai akhlak dalam bekerja. Ya, memiliki kaitan yang erat dengan sikap menghiasi diri dengan sifat amanah, transpransi (kejujuran), keterampilan dalam bekerja serta kedisiplinan.

Tak ada satu orang pun atau kelompok atau masyarakat yang selalu memegang teguh akan nilai-nilai akhlak dalam bekerja , kecuali Allah Swt melimpahkan kepadanya rezeki yang baik serta mencurahkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan -Nya.

BY: Ahmad Abdul Gaffar,


No comments:

Post a Comment