- SELAMAT MELAYARI BLOG INI SEMOGA KITA MEMPEROLEHI MANFAATNYA DAN HARAP DISEBARLUASKAN KEPADA PEMBACA YANG LAIN PULA BERSESUAIAN DENGAN SABDA RASULULLAH S.A.W "SAMPAIKAN DARIPADAKU WALAUPUN DENGAN SATU AYAT"

Saturday, November 25, 2017

Dunia adalah Bangkai, dan yang Mengejarnya adalah Anjing


Ilmu agama ini tidak dapat diraih puncaknya dan tidak dapat dipetik buahnya oleh orang-orang jahil. Karena ia telah terkontaminasi dengan perangai-perangai yang buruk yang buruk.

Saudara-saudaraku sekalian, coba simak firman Allah yang senantiasa dibaca siang dan malam tentang keadaan mereka. Mudah-mudahan bisa menambah kekhusyu’an kita:

وَاتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَاَ الَّذِىۡۤ اٰتَيۡنٰهُ اٰيٰتِنَا فَانْسَلَخَ مِنۡهَا فَاَتۡبَعَهُ الشَّيۡطٰنُ فَكَانَ مِنَ الۡغٰوِيۡنَ‏ ﴿7:175﴾ وَلَوۡ شِئۡنَا لَرَفَعۡنٰهُ بِهَا وَلٰـكِنَّهٗۤ اَخۡلَدَ اِلَى الۡاَرۡضِ وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ ۚ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ الۡـكَلۡبِ ۚ اِنۡ تَحۡمِلۡ عَلَيۡهِ يَلۡهَثۡ اَوۡ تَتۡرُكۡهُ يَلۡهَث ؕ ذٰ لِكَ مَثَلُ الۡقَوۡمِ الَّذِيۡنَ كَذَّبُوۡا بِاٰيٰتِنَا ۚ فَاقۡصُصِ الۡقَصَصَ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُوۡنَ‏ ﴿7:176
“Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk golongan orang-orang sesat. Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derjat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dia akan menjulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia tetap menjulurkan lidahnya. Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berfikir. Sangat buruk perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka itu telah berbuat zhalim kepada dirinya sendiri.” (Q.S. Al-A’raaf: 175-177)

Allah telah menurunkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, telah mencurahkan karunia-Nya kepada mereka dan menganugerahi mereka ilmu serta memberikan kesempatan yang luas untuk meninggikan derajatnya dari rendahnya dunia dan untuk berhubungan dengan pencipta langit serta menempuh jalur hidayah, akan tetapi menusia lebih suka melepaskan diri! Ia melepaskan diri dari ayat-ayat-Nya, menanggalkan pakaian wahyu yang diberikan padanya. Ia lebih suka menyimpang dari hidayah lalu lebih memilih mengikuti hawa nafsu. Lebih suka berkubang dalam lumpur.

Ini adalah perengungan yang dapat dipetik dari perumpamaan dalam bentuk berita. Sebab hal seperti ini acapkali terjadi. Betapa sering kejadian seperti itu dalam kehidupan manusia! Berapa banyak orang yang telah dianugerahi keutamaan tersebut dan diberi kesempatan emas itu namun tidak mendapat petunjuk?! Mereka justru memanfaatkan ilmu sebagai wasilah untuk menyelewengkan kalimat dari maksud sebenarnya dan mengikuti hawa nafsu dalam memahaminya. Hawa nafsu mereka dan hawa nafsu para thaghut yang—menurut anggapan keliru mereka—menguasai kebutuhan duniawi mereka …
 
Oleh sebab itu, kamu lihat mereka berkhidmat untuk para thaghut dalam memalingkan kalimat dari maksud sebenarnya dan dalam mengeluarkan fatwa-fatwa yang diinginkan. Maka mereka pun terlepas dari ikatan agama dan syi’ar-syi’arnya.

Sesungguhnya, itulah kutukan yang Allah ceritakan dalam ayat tersebut: 
َ‏
“Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derjat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dia akan menjulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia tetap menjulurkan lidahnya…..” (QS. Al-A’raaf (7): 176)

Mereka menjulurkan lidahnya dibalik kendali yang dipegang oleh para penguasa.

Dunia ini adalah bangkai, dan yang mengejarnya adalah anjing!

Itulah ilmu yang tidak dapat memelihara pemiliknya dari himpitan syahwat dan ambisi hingga membuatnya hina. Ia condong kepada dunia dan tidak dapat bergerak dari perangkap lumpurnya, dari kekangan dan bebannya. Ia gunakan ilmunya untuk berkhidmat membantu hawa nafsunya. Lalu ia diikuti oleh syaitan dan dikendalikan dengan tali kekang hawa nafsu.

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS. Al-Jatsiyah : 23-24)

“dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus. ” (QS. Al-Hajj : 54)

Sumber :
Judul buku       : Mausuu’ah al-manaahisy syar’iyyah fil shahiihis sunnah an-Nabawiyah
Penulis             : Syaikh Salim bin ‘ied al-Hilali 
(dengan sedikit perubahan oleh : Harun Arrosyid)
 

Friday, November 24, 2017

BERHATI HATI DI USIA 40TAHUN

Related image


Ramai tidak sedar dalam al-Quran ada menyentuh tentang usia ini. Tentu ada yang sangat penting, perlu diperhatikan dan diambil serius akan perkara ini. Allah swt. berfirman,

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
“Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (al-Ahqaf: 15)
Usia 40 tahun disebut dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fizikal, intelektual, emosi, mahupun spiritualnya. Benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar.
Doa yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun dan ke atas. Di dalamnya terkandung penghuraian yang jelas bahawa mereka; telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmoni, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah
Pada ayat yang lain, firman Allah;
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ
Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam tempoh yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mahu berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? (al-Fathir: 37)
Menurut Ibnu Abbas, Hasan al-Bashri, al-Kalbi, Wahab bin Munabbih, dan Masruq, yang dimaksud dengan “umur panjang dalam tempoh yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut tidak lain adalah ketika berusia 40 tahun.
 
Menurut Ibn Kathir, ayat ini memberikan petunjuk bahawa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbaharui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh2.
Apabila itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janjiNya dalam ayat selepas itu: (maksudnya) Kematangan.
Usia 40 tahun adalah usia matang untuk kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak hairan tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi s.a.w, seperti yang disebut oleh Ibn ‘Abbas:
“Dibangkitkan Rasulullah s.a.w pada usia 40 tahun” (riwayat al-Bukhari).
Nabi Muhammad saw. diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi2 yang lain, kecuali Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as.
 
Banyak negara menetapkan untuk menduduki jabatan2 elit seperti ketua negara, disyaratkan bakal calon harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat sendiri mengakui prestasi seseorang mantap tatkala orang itu telah berusia 40 tahun. Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun. Soeharto menjadi presiden pada umur 46 tahun. J.F. Kennedy 44 tahun. Bill Clinton 46 tahun. Paul Keating 47 tahun. Sementara Tony Blair 44 tahun.
Mengapa umur 40 tahun begitu penting.
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) period, iaitu
1. Kanak-kanak ( sejak lahir hingga akil baligh )
2. Muda atau syabab ( sejak akil baligh hingga 40 tahun )
3. Dewasa ( 40 tahun hingga 60 tahun )
4. Tua atau syaikhukhah ( 60 tahun hingga mati )
Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa penuh. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agama sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Seolah-olah macam satu fitrah di usia ini ramai yang mula menutup aurat dan mendekati kuliah-kuliah agama.
 
Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah saw.,
لعَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد
“Seorang hamba muslim bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi. (riwayat Ahmad)
Hadis ini menyebut usia 40 tahun paling awal memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah swt. sekaligus konsisten terhadap Islam, maka Allah swt. akan meringankan hisabnya. Orang yang usianya mencapai 40 tahun mendapatkan keistimewaan berupa hisabnya diringankan. Tetapi umur 40 tahun merupakan saat harus berhati2 juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk senja. Abdullah bin Abbas ra. dalam suatu riwayat berkata, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dpt mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”
Imam asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa2 syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah.”
Lantas, apa yang harus kita lakukan menginjak usia 40 tahun?
1. Meneguhkan tujuan hidup
2. Meningkatkan daya spiritual
3. Menjadikan uban sebagai peringatan
4. Memperbanyak bersyukur
5. Menjaga makan dan tidur
6. Menjaga istiqamah dalam ibadah.
Jika ada yang mengatakan bahawa: Life began at forty, saya cenderung berpendapat kehidupan yang dimaksudkan ialah kehidupan terarah kepada mendekatkan diri kepada penciptaNya dengan sebenar-benarnya. Tetapi satu perkara yang kita harus sentiasa sedar bahawa kematian memanggil kita bila-bila masa tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk baru memulakan kehidupan yang dimaksudkan di atas, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika umur kita tidak panjang.
Maksud sabda Nabi Muhammad S.A.W ,” Orang yang bijak adalah orang yang selalu mengingati mati”.
Ramai manusia tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Sejak Nabi Adam as. sehingga kini, kesemuanya telah kembali kepada Allah swt. tidak kira kaya atau miskin, berpangkat atau tidak. Mengingati mati bukan bermakna kita akan gagal di dunia tetapi dengan mengingati mati kita akan menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat. janganlah menunggu sehingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, kerana mati boleh datang pada bila-bila masa.
 
 

Sunday, October 15, 2017

Pengertian Iman dan Taqwa

Iman & Takwa

Oleh Kelompok 1 PAI JBSA Reg


PENGERTIAN IMAN
 
Dalam hadist di riwayatkan Ibnu Majah Atthabrani, iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-Iimaanu ‘aqdun bil qalbi waiqraarun billisaani wa’amalun bil arkaan). Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, dan laku perbuatan, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup.


PRINSIP – PRINSIP IMPLIKASI PROSES TERBENTUKNYA IMAN

  1. Prinsip pembinaan berkesinambungan
  2. Prinsip internalisasi dan individuasi
  3. Prinsip sosialisasi
  4. Prinsip konsistensi dan koherensi
  5. Prinsip integrasi

TANDA – TANDA ORANG BERIMAN

Al-Qur’an menjelaskan tanda-tanda orang beriman sebagai berikut : 
 
  1. Jika di sebut nama Allah, maka hatinya bergetar dan berusaha agar ilmu Allah tidak lepas dari syaraf memorinya, serta jika di bacakan ayat suci Al-Qur’an, maka bergejolak hatinya untuk segera melaksanakannya (al-Anfal:2).
  2. Senantiasa tawakal, yaitu kerja keras berdasarkan kerangka ilmu Allah, diiringi dengan doa, yaitu harapan untuk tetap hidup dengan ajaran Allah menurut 6.sunnah Rasul (Ali Imran: 120, al-Maidah: 12, al-Anfal: 2, at- Taubah: 52, Ibrahim: 11, Mujadalah: 10, dan at-Thaghabun: 13).
  3. Tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu menjaga pelaksanaannya (al- Anfal: 3, dan al-Mu’minun: 2,7).
  4. Menafkahkan rezki yang diterimanya (al-Anfal: 3 dan al-Mu’minun: 4).
  5. Menghindari perkataan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan (al- Mu’minun: 3,5)
  6. Memelihara amanah dan menepati janji (al-Mu’minun: 6)
  7. Berjihad di jalan Allah dan suka menolong (al-Anfal: 74)
  8. Tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin (an-Nur: 62)
CARA MEMPERBAHARUI IMAN

  1. Perbanyaklah menyimak ayat-ayat Al-Quran
  2. Rasakan keagungan Allah seperti yang digambarkan Al-Qur’an dan Sunnah
  3. Carilah ilmu syar’i
  4. Mengikutilah halaqah dzikir
  5. Perbanyaklah amal shalih
  6. Lakukan berbagai macam ibada
  7. Hadirkan perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah
  8. Banyak-banyaklah ingat mati
  9. Mengingat-ingat dahsyatnya keadaan di hari akhirat
  10. Berinteraksi dengan ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena alam
  11. Berdzikirlah yang banyak
  12. Perbanyaklah munajat kepada Allah dan pasrah kepada-Ny
  13. Tinggalkan angan-angan yang muluk-mulu
  14. Memikirkan kehinaan duni
  15. Mengagungkan hal-hal yang terhormat di sisi Alla
  16. Menguatkan sikap al-wala’ wal-bara
  17. Bersikap tawadh
  18. Perbanyak amalan hat
  19. Sering menghisab dir
  20. Berdoa kepada Allah agar diberi ketetapan iman
TAKWA
PENGERTIAN
 
Kata takwa (التَّقْوَى) dalam etimologi bahasa Arab berasal dari kata kerja (وَقَى) yang memiliki pengertian menutupi, menjaga, berhati-hati dan berlindung. Oleh karena itu imam Al Ashfahani menyatakan: Takwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga takwa dalam istilah syar’i adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.
 
TANDA – TANDA ORANG BERTAKWA

  1. Beriman kepada ALLAH dan yang ghaib(QS. 2:2-3)
  2. Sholat, zakat, puasa(QS. 2:3, 177 dan 183)
  3. Infak disaat lapang dan sempit(QS. 3:133-134)
  4. Menahan amarah dan memaafkan orang lain(QS. 3: 134)
  5. Takut pada ALLAH(QS. 5:28)
  6. Menepati janji (QS. 9:4)
  7. Berlaku lurus pada musuh ketika mereka pun melakkukan hal yang sama(QS. 9:7)
  8. Bersabar dan menjadi pendukung kebenaran (QS. 3:146)
  9. Tidak meminta ijin untuk tidak ikut berjihad (QS. 9:44)
  10. Berdakwah agar terbebas dari dosa ahli maksiat (QS. 6:69)
KEUTAMAAN DAN GANJARAN ORANG-ORANG YANG BERTAKWA

Ø Diberi jalan keluar serta rezeki dari tempat yang tak diduga-duga(QS. 65:2-3)
Ø Dimudahkan urusannya (QS. 65:4)
Ø Dilimpahkan berkah dari langit dan bumi (QS. 7:96)
Ø Mendapat petunjuk dan pengajaran (QS. 2:2, 5:46, 2:282)
Ø Mendapat Furqan (QS. 8:29)
Ø Cepat sadar akan kesalahan (QS. 7:201)
Ø Tidak terkena mudharat akibat tipu daya orang lain (QS.3:120)
Ø Mendapat kemuliaan, nikmat dan karunia yang besar (QS. 49:13, 3:147)
Ø Tidak ada kekhawatiran dan kesedihan (QS. 7:35)
Ø Sebaik – baik bekal (QS. 2:197)
Ø ALLAH bersamanya (QS. 2:194)
Ø ALLAH menyukainya (QS. 9:4)
Ø Mendapat keberuntungan (QS. 3:200)
Ø Diperbaiki amalnya dan diampuni dosanya (QS. 33:70-71)
Ø Mendapat rahnmat (QS. 6:155)
Ø Tidak disiasiakan pahala mereka (QS. 12:90)
Ø Diselamatkan dari api neraka (QS. 19:71-72)
l Takwa adalah amalan hati dan letaknya di kalbu. “Demikianlah (perintah ALLAH). Dan barang siapa mengagungkan syiar – syiar ALLAH maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS 22:32).
 
Keimanan dan ketakwaan seorang muslim adalah kunci agar mendapatkan ridho dan barokah dari Allah swt.
Iman Islam dalam diri seorang muslim harus dibarengi dengan takwa.
 
Bila seorang muslim percaya dengan keberadaan Allah, maka tentunya ia takut kepada Allah. Itulah yang dinamakan takwa.
 
IMPLEMENTASI IMAN & TAKWA

Pengaruh iman terhadap kehidupan manusia sangat besar. Berikut ini dikemukakan beberapa pokok manfaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia.
a. Iman melenyapkan kepercayaan pada kekuasaan benda
b. Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut
c. Iman menanamkan sikap self help dalam kehidupan.
d. Iman memberikan ketentraman jiwa
e. Iman mewujudkan kehidupan yang baik (hayatan tayyibah)
f. Iman melahirkan sikap ikhlas dan konseku
g. Iman memberikan keberuntungan
h. Iman mencegah penyakit.
 
KESIMPULAN

Iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-Iimaanu ‘aqdun bil qalbi waiqraarun billisaani wa’amalun bil arkaan). Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, dan laku perbuatan, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup. Sedangkan takwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga takwa dalam istilah syar’I adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.
 
Sebagai umat muslim dan hamba Allah swt, ada baiknya kita bersungguh-sungguh dalam melaksanakan perintah Allah swt dan meninggalkan segala perbuatan dosa dan maksiat, baik yang kecil maupun yang besar. Mentaati dan mematuhi perintah Allah adalah kewajiban setiap muslim. Dan juga, seorang muslim yang bertakwa itu membersihkan dirinya dengan segala hal yang halal karena takut terperosok kepada hal yang haram.

http://syahruddinchariik20.blogspot.my/2012/09/pengertian-iman-dan-taqwa.html 

Saturday, September 2, 2017

6 lafadz ULUL ALBAB dalam AL-QURAN



PEMBAHASAN
       “Ulul Albab” disebutkan dalam al Quran sebanyak 16 kali. Ulul albab dengan dhammah atau ” di depan” disebut tujuh kali yaitu dalam surat Al baqarah:269, Ali Imran: 7, Ar ra’du :19, Ibrahim:52, Al zumar :9,18, Shad : 29, manakala ulil albab dengan fathah atau “di atas” disebut sebanyak empat kali yaitu dalam surat Al baqarah :179,197,al maidah :100, al thalaq :10.Dan dengan kasrah atau “dibawah”disebut lima kali yaitu dalam surah Ali imran :190, Yusuf :111, Shad :43,al Zumar :21, al mu’min :54.”Ulul Albab adalah kelompok manusia yang menjadikan kisah silam sebagai pengajaran dan iktibar untuk memperbaiki diri dan meningkatkan taraf kehidupan supaya mereka mencapai kejayaan dengan petunjuk Ilahi”.
         Ayat-ayat tersebut adalah sebagaimana yang akan diuraikan berikut ini:
1. Surat Al baqarah :179
 
ولكم فى القصاص حيوة ياولى الالباب لعلكم تتقون
Dan dalam qishas itu ada (jaminan kelangsungan)hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal supaya kamu bertaqwa”.
Penjelasan:
         Ayat ini menunjukkan hukum Qishas dalam Islam sama sekali bukan untuk membalas dendam, namun ini sebuah pintu untuk kelangsungan hidup manusia.
         Demi keadilan dan keteraturan, hukum Qishas merupakan sebuah pencegah pembunuhan yang sering terjadi dan mengakhiri kebiasaan beberapa suku jahiliyah dimana sebuah pembunuhan seseorang menjadi dalih untuk melakukan beberapa pembunuhan dan masyarakat dapat terus hidup dengan damai.
         Ayat ini menurut teks Al-qur’an yang terdiri dari sepuluh butir dan begitu menarik sehingga ungkapan yang pertamanya dijadikan sebuah moto Islam yang digunakan oleh umat Islam secara umum.
         Maksud dari ayat diatas yaitu agar kita dapat menjaga diri kita sendiri terhadap kejahatan.
2. Surat Al baqarah :197
الحَجُّ أشْهُرٌ معلومت فمن فرض فيهن الحج فلا رفث ولا فسوق ولاجدال فى الحج وماتفعلوامن خيريعلمه الله وتزود وا فان خيرالزاد التقوى والتقون يأولى الألباب(البقره:
Pelaksanaan haji (naik haji) adalah dalam bulan-bulan yang dimaklumi,barang siapa berusaha (menjalankan) haji di dalamnya,maka tidak boleh berhubungan badan,berbuat fasik,dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Dan berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang berakal-budi”. 
Penjelasan:
         (pelaksanaan) haji(naik haji)adalah dalam bulan-bulan yang dimaklumi……
         Dalam ayat ini al Qur’an menyatakan, tatacara berhaji seharusnya dipenuhi dalam bulan-bulan yang sudah diketahui, bukannya setahun penuh. Kitab-kitab hadis, tafsir al Qur’an dan fiqih mengatakan bahwa ibadah besar ini hanya dapat dipenuhi pada bulan Syawal,Dzulqa’dah dan selama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan hari kedua belas dan bagian yang lainnya dapat dikerjakan selama waktu yang panjang ini.
         Barang siapa berusaha (menjalankan) haji di dalamnya, maka tidak boleh berhubungan badan, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.
         Bagian dari ayat ini memberitahukan, orang-orang yang menjadikan pelaksanaan haji sebagai suatu kewajiban atasnya, dengan cara mengenakan baju ihram dan ikut serta dalam manasik haji, seyogianya menjaga diri mereka sendiri bahkan dari berhubungan badan yang di sahkan dan melakukan kejahatan. Mereka harus menghindari perdebatan sia-sia dan keji atau ucapan buruk serta segala sesuatu yang sejenis karena tempat tersebut adalah tempat untuk ibadah, kesungguhan hati, dan menjauhi kesenangan dunia material. Keadaan ini harus di laksanakan sedemikian rupa sehingga hubungan persaudaraan dan persatuan dapat di perkuat. 
         Kmudian, al Qur’an menambahkan, Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan,niscaya Allah mengetahuinya. 
  
         Inilah ganjaran pertama yang dianugerahkan kepada orang yang beramal saleh karena kebahagiaan seorang mukmin sejati,pada tingkatan pertama,adalah mengetahui bahwa Tuhanya mengetahui amalan baik yang ia lakukan untuknya (mendapatkan ridho-Nya)
         …Dan berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa
         Dalam bagian ayat ini perintah yang dibebankan kepada orang-orang yang beriman adalah perintah yang berkaitan dengan menyiapkan perbekalan.
         Konon, katanya, pada saat datangnya islam beberapa orang, khususnya  dari Yaman, biasa melakukan perjalanan ke Makkah untuk melaksanakan haji tanpa pembekala untuk makan mereka dengan dalih bahwa mereka akan ditolong allah.Padahal Allah menganugrahi rezeki hanya melalui proses alamiah dan dengan sarana yang bisa dilakukan. Karena itu,dalam bagian ayat ini,al-Quran memerintahkan para peziarah haji untuk membawa perbekalan terdahulu bagi seluruh perjalanan dan memulainya dengan membawa perbekalan tersebut.
         Istilah”menyiapkan perbekalan “barangkali menunjukkan pada aspek spiritual.Dengan kata lain,selain perkenalan materiil ini,ada pula perbekalan penting lainnya yang seharusnya dipersiapkan,yaitu perbekalan “takwa “dan “kesalehan “.
         Frase ini memiliki isyarat minim pada suatu fakta bahwa dalam perjalanan haji ada banyak hal yang dapat dijadikan perbekalan spiritual yang tidak boleh diabadikan. Di Makkah, gambaran islam, suasana pengorbanannya Ibrahim –sang pahlawan tauhid –tampak hidup dan beberapa manifestasi khusus berkenaan dengan keagungan Allah nyata terlihat,yang tidak dapat disasikan di tempat –tempat lain. Orang –orang yang memiliki ruh yang sigap dapat memperoleh perbekalan spiritual ini  dari perjalanan unik bagi kehidupan mereka didunia dan di akhirat.
         Kemudian,al-Quran mengakhiri ayat tersebut dengan ungkapanya,…Dan bertakwalah kepada-ku wahai orang-orang yang berakal –budi.
         Frase terakhir menegur para pemilik akal –budi seraya mengatakan bahwa mereka harus bertakwa karena mereka yang bertakwalah yang akan menikmati keuntungan tertinggi hasil dari proses pendidikan yang luhur ini, sedangkan yang lainnya hanya menikmati bagian yang sedikit saja.
3. Al baqarah :269
يؤتى الحكمة من يشاء ومن يؤت الحكمة فقد اوتى خيرا كثيرا وما يذكر إلا اولولالباب
Dia memberikan kebijaksanaan kepada yang Dia kehendaki, dan barang siapa yang telah diberi kebijaksanaan, sesungguhnya telah diberi kebaikan yang melimpah, namun tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang-orang yang berakal”.
Penjelasan:
         Istilah al-Quran hikmah, disini diterjemahkan dengan makna pengetahuan, pengertian tentang rahasia-rahasia, kesadaran terhadap fakta-fakta, dan pencapaian realitas.Allah mengaruniakannya kepada orang-orang tertentu berkat kesalehan, kesucian, dan perjuangan mereka. Mereka mengetahui perbedaan antara godaan setan dengan ilham ketuhanan, antara kepalsuan dan kebenaran. Tiada yang bisa menikmati keistimewaan ini, kecuali mereka yang memiliki akal (kepandaian) yang sesuai
         Dia memberikan kebijaksanaan kepada yang Dia kehendaki, dan barang siapa yang telah diberi kebijaksanaan, sesungguhnya telah diberi kebaikan yang melimpah, namun tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang-orang yang berakal.
         Istilah Arab al-bab adalah bentuk jamak dari lubb dengan makna hati, cinta, akal, dan pemahaman. Tidak setiap orang yang memiliki kebijaksanaan termasuk ke dalam ulul al-bab, karena sebutan ini hanya untuk mereka yang memiliki pemahaman, yang menggunakan akal mereka sepenuhnya untuk menemukan jalan kebahagiaan sejati dalam kehidupan.
         Namun demikian, Imam Shadiq as dalam sebuah hadis pernah berkata bahwa hikmah adalah pengetahuan dan menjadi terpelajar dalam bidang agama, sedangkan hadis yang lain mengisyaratkan bahwa hikmah adalah ketaatan pada Allah dan para Imam.

4. Surat Ali imran :7
هوالذي أنزل عليك الكتب منه ءاايت محكمت هن أم الكتب وأخر متشبهت فأماالذين فى قلوبهم زيغ فيتبعون ماتشبه منه ابتغاء تأويله ومايعلم تأويله إلاالله والرسخون فى العلم يقولون ءامنا به كل من عند ربنا ومايذكر إلاأولواالألباب
Dialah yang menurunkan al-Kitab kepadamu; di dalamnya terdapat ayat-ayat yang jelas yang menjadi dasar bagi Kitab ini, sedangkan yang lain adalah yang maknanya tersembunyi. Tetapi bagi mereka yang di dalam hatinya terdapat keburukan, mereka mengikuti sebagian dari yang maknanya tersembunyi itu, berusaha untuk menyebabkan keburukan dengan mencari-cari (sendiri) maknanya dengan penafsiran mereka sendiri, sedangkan tiada yang mengetahui ( penafsirannya yang tersembunyi itu) kecuali Allah, dan mereka yang memiliki pengetahuan yang kuat dan mendalam. Mereka berkata, “Kami percaya kepadanya, seluruhnya berasal dari Tuhan kami;dan tiada yang bisa memikirkannya kecuali orang yang berakal.”
Penjelasan:
         Ayat-ayat yang bermakna Jelas (Muhkamat) danbermakna Tersembunyi (Mutasyabihat) dalam al Quran.
         Dialah yang menurunkan al-kitab kepadamu; di dalamnya terdapat ayat-ayat yang jelas yang menjadi dasar bagi Kitab ini, sedangkan yang lain adalah yang maknanya tersembunyi…
         Ayat-ayat yang maknanya tersembunyi ini, jika di lihat sekilas, terlihat rumit karena tingginya tingkatan topik atau karena faktor-faktor lain di dalamnya. Ia merupakan kriteria untuk memuji manusia agar memisahkan ulama yang sejati dengan orang-orang yang keras kepala dan tidak setia. Maka, selanjutnya, ayat ini menyebutkan sebagai berikut.
Tetapi bagi mereka yang di dalam hatinya terdapat keburukan, mereka mengikuti sebagian dari yang maknanya tersembunyi itu, berusaha untuk menyebabkan keburukan dengan mencari-cari (sendiri) maknanya dengan penafsiran mereka sendiri, sedangkan tiada yang mengetahui penafsirannya (yang tersembunyi itu) kecuali Allah, dan mereka yang memiliki pengetahuan yang kuat dan mendalam…
         Lantas ayat ini menunjuk kepada mereka, yang berkat cahaya dari pemahaman mereka yang tepat atas makna ayat-ayat muhkamat dan mutasyibihat, dengan menyatakan sebagai berikut. 
         ……Mereka berkata, “Kami percaya kepadanya, seluruhya berasal dari Tuhan kami;…
         Ya! Memang:
       dan tiada yang bisa memikirkannya kesuali orang-orang yang berakal….
         Melalui ayat diatas,diketahui bahwa ayat-ayat al Quran dibagi kedalam dua kelompok. Sebagian ayat memiliki konsep yang demikian jelas, sehingga tidak membuka peluang bagi penolakan, justifikasi, atau penyalahgunaan. Ayat-ayat ini disebut ayat yang muhkamat. Akan tetapi ada beberapa ayat yang karena tingginya topik atau bahasan jauh diatas jangkauan kita, seperti alam-alam yang tak terlihat, alam kebangkitan, dan sifat-sifat Allah, sedemikian tingginya sehingga makna-makna rahasianya yang tersembunyi, dan kedalaman realitasnya, membutuhkan kemampuan ilmiah tertentu untuk memahaminya.Ayat-ayat ini disebut dengan ayat mutasyabihat.
5. Surat Ali imran :190
إن فى خلق السموات والأرض واختلف اليل والنهار لأيت لأولى الألبب
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta perubahan malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
Penjelasan:
         Dalam kitab tafsir karya Fakhr Razi, diriwayatkan sebuah hadis dari sayyidina Ali as yang berkata,”Rasulullah saw biasa membaca ayat-ayat ini sebelum shalat-shalat malamnya.
         Dalam hadis yang lain, kita juga diseru untuk membaca ayat-ayat suci ini.
         Ayat-ayat diatas juga menjelaskan tentang:
o Penciptaan dunia ini memiliki suatu tujuan
o Mengetahui eksistensi adalah tahapan utama untuk mengetahui Allah
o Mereka yang berakal melihat pengetahuan Allah dari segala sesuatu di dunia
o Semakin bijak seseorang, semakin banyak yang dapat ia ketahui
6. Surat Al maidah :100
قل لا يستوى الخبيث والطيب ولوأعجبك كثرة الخبيث فاتقواالله يأولى الألبب لعلكم تفلحون
Katakanlah, “Keburukan dan kebaikan itu tidaklah sama, meskipun banyaknya keburukan itu bisa menarik hati kalian. “Maka bertaqwalah kepada Allah, wahai orang-orang berakal, aar kalian menjadi sejahtera (beruntung)”.
         Makna “keburukan” dan “kebaikan” berkenaan dengan keberadaan manusia, gaya hidup, harta, penghasilan, makanan, dan materi.
         Standar nilai (berguna)sesuatu terletak pada “baik” dan “buruk” itu sendiri, bukan terletak pada mayoritas (banyaknya pengikut sesuatu) atau minoritas (sedikitnya pengikut sesuatu) nilai sesuatu itu terletak pada akal sehat dan ketetapan, ketaqwaan yang terdapat dalam kitab suci, oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap mayoritas dan jumlah yang banyak yang bisa memesonakan, yang menjerumuskan. Dan sering kali sekelompok orang-orang yang berakal, yakni orang-orang bijak dan pembela kebenaran, bukan termasuk dalam golongan mayoritas.Menurut mazhab Qurani, ketidaksalehan seseorang merupakan tanda akan kebodohannya.
7. Surat Yusuf :111
لقد كان فى قصصهم عبرة لأولى لألباب ماكان حديثا يفترى ولكن تصديق الذي بين يديه وتفصيل كل شيء وهدى ورحمة لقوم يؤمنون
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”.
Penjelasan:
         Ayat diatas menjelaskan tentang ‘ibrah dan ta’bir (yang  berarti berlalu),dan lewat dari satu tahap ke tahap lain. Ketika Yusuf mengatakan bahwa inilah arti mimpiku dahulu, itu berarti mimpi itu menjelma menjadi kenyataan.
         Kata ‘ibrah  juga berarti berlalu dari apa yang bisa dilihat dan didengar kedalam keadaan dimana hal itu tidak bisa dilihat atau didengar, namun tetap ada.
         Istilah qashashihim barang kali merujuk kepada kisah semua nabi, atau barang kali ia berfokus pada cerita-cerita tentang Yusuf,Ya’qub, saudara-saudara Yusuf, al-Aziz dari Mesir, dan kejadian-kejadian yang pahit dan yang manis yang dikaitkan dengan mereka dalam cerita ini.
         Bagaimanapun, ayat terakhir dari surah ini bersifat komprehensif dan berurusan dengan semus isu surah ini dengan cara yang ringkas. Ia mengatakan kepada kita bahwa semua cerita al Quran suci, termasuk cerita tentang Yusuf dan saudara-saudaranya dan juga tentang para nabi, orang-orang beriman dan orang-orang kafir, adalah berguna dan mendidik bagi semua orang yang tidak takut menggunakan akal pikiran mereka.
         Dari kejadian ini dapat diambil kesimpulan bahwa kisah-kisah nabi itu semuanya benar. Kisah-kisah ini mengajarkan kepada kita tentang sebab-sebab kemenangan dan kekalahan, sukses dan  kekecewaan, kebahagiaan dan kesengsaraan, ketinggian derajat dan kemerosotan. Secara ringkas mereka menunjukkan kepada kita apa yang bernilai dan apa yang tidak bernilai dalam hidup kita. Akan tetapi hanya  kaum Ulil Albab (orang-orang yang memiliki pemahaman dan akal budi) saja yang mampu atau bisa memetik pelajaran dari pelajaran-pelajaran mendidik yang diajarkan. Al Quran mengatakan, Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. 
         Apapun yang dibutuhkan oleh manusia dan identifikasi semua hal yang merupakan dasar sejati kebahagiaan manusia, telah dijelaskan dalam ayat-ayat ini.
         Karena alasan ini al Quran menjadi sumber semua petunjuk bagi mereka yang mencarinya dan sumber barakah bagi semua kaum beriman. Ayat diatas selanjutnya mengatakan,……dan menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.        
            
8. Surat Ar Ra’d :19
افمن يعلم انما انزل إليك من ربك الحق كمن هو أعمى إنما يتذكراولوالالباب
“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran”.
Penjelasan :
         Ayat ini menjelaskan bahwa ketentraman hati orang-orang yang beriman itu tidak bisa dilihat oleh mata (abstrak) dan yang bisa merasakan betapa indahnya ketentraman hati karena iman, yaitu hanya orang-orang yang berakal saja yang bisa mengambil pelajaran dari semuanya.
         Ulul albab dalam ayat ini adalah sekumpulan manusia pakar rujuk masyarakat demi memperoleh petunjuk dan hidayah dari Allah. 
 9. Surat Ibrahim :52
هذا بلاغ للناس ولينذروا به وليعلموا انما هو إله واحد وليذ كر أولوالالباب
Ini adalah penjelasan bagi manusia, dan supay mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwa  Dia adalah Tuahan yang  Maha Esa dan agar ulul albab mengambil pelajaran”.
Penjelasan :
         Allah menegaskan bahwa: Ini yakni ayat-ayat yang dibacakandi atas yang mengeluarkan manusia dari aneka kegelapan menuju cahaya yang benerang adalah penjelasan yang cukup dan sempurna bagi manusia  untuk kebahagiaan dunia dan akhirat mereka.dan disamping itu ia juga diturunkan supaya mereka diberi peringatan dengannya oleh siapa pun yang memahami dan mempercayai. Dan supaya mereka yang belum percaya dan tahu mengetahui bahwa Dia yang Maha Kuasa yang wujud Nya diakui oleh fitrah yang suci adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar ulul Albab yakni mereka yang tidak dikeruhkan akalnya oleh satu kerancauan mengambil pelajaran.
10. Surat Shad :29
 كتب أنزلناه إليك مبارك ليدبروااياته وليتذكروا أولوالالباب

 “Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran”.
Penjelasan :
         Setelah menurunkan kepadamu Al-kitab yang bermanfaat kepada manusia, yang membimbing mereka kepada sesuatu yang memuat kebaikan dan kebahagiaan dalam persoalan agama maupun dunia, yang memuat berbagai macam kemaslahatan agar dipikirkan oleh orang-orang yang mempunyai akal, yang telah diterangi oleh Allah sanubari mereka, sehingga menempuh petunjuk dan mengikuti bimbingan-Nya dalam perbuatan-perbuatan mereka, disamping mengingat nasihat-nasihat dan larangan-larangan-Nya serta dapat mengambil pelajaran dari umat terdahulu. Sehingga, mereka tidak lagi menyalahinya dan tidak ditimpa oleh apa yang pernah menimpa umat-umat terdahulu, dan tidak dibinasakan seperti halnya mereka yang telah melakukan kedurjanaan kerusakan dimuka bumi.
         Kesimpulan dari ayat diatas adalah bahwa, al Quran itulah yang membimbing kepada tujuan-tujuan yang mulia dan prinsip-prinsip akal yang benar.
11. Surat Shad :43 
    
ووهبناله اهله ومثلهم معهم رحمة مناوذكرى لأولى الالباب
“Dan kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran”.
Penjelasan :
         Ayat ini menceritakan tentang keluarga Nabi Ayyub yang dikumpulkan setelah bercerai berai dan berpisah-pisah dari keturunannya yang diperbanyak sehingga menjadi dua kali lipat dari sebelumnya, yakni sebagai rahmat dan peringatan bagi orang-orang yang berakal sehat agar bisa diambil pelajaran dan mengetahui bahwa rahmat itu dekat kepada orang-orang yang berbuat baik, bahwa beserta kesusahan pasti ada kemudahan dan manusia itu tidak boleh putus asa terhadap dibukanya jalan keluar, setelah kita mengalami kesusahan.
         Dengan pelbagai karakter dan kelebihan ulul albab, mereka juga diingatkan supaya memiliki kesabaran supaya semua langkah mereka membuahkan hasil yang lebih.
12. Az zumar :9
أم من هو قانت اناء الليل ساجد وقائما يحذر الاخرة ويرجو رحمة ربه قل هل يستوى الذين يعلمون والذين لايعلمون إنمايتذكر اولوالالباب
“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung )ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu  malam dengan bersujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat  dan mengharapkan rahmat Tuhan-nya?katakanlah,’’Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’’sesungguhnya orang yang berakallah yang bisa menerima pelajaran”.
Penjelasan:
         Apakah orang yang taat itu seperti halnya orang yang bermaksiat.Tentu keduanya tidak sama. Kemudian Allah menegaskan tentang ketidaksamaan antara keduanya dan memperingatkan tentang keutamaan ilmu dan betapa mulianya beramal berdasarkan ilmu.
         Kesimpulan dari ayat diatas adalah sesungguhnya yang mengetahui perbedaan antara orang yang tahu dan orang yang tidak tahu hanyalah orang yang mempunyai akal pikiran sehat, yang dia pergunakan untuk berpikir.
13. Surat Az zumar :18    
الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه أولئك الذين هداهم الله وأولئك هم أولوالالباب
“Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya, mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal”.
Penjelasan:
         Perintah menyampaikan kabar gembira, bahwa mereka akan mendapatkan kenikmatan yang kekal dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.Yaitu, orang-orang yang telah mendapat taufiq Allah kepada jalan yang benar dan tepat sasaran, bukan orang-orang yang berpaling dari mendengarkan kebenaran dan menyembah sesuatu yang tidak memberi bahaya maupun manfaat.
         Dan mereka itulah, orang-orang yang mempunyai akal sehat dan fitrah yang lurus, yang tidak taat kepada hawa nafsu dan tidak dikalahkan oleh waham. Mereka memilih yang terbaik diantara dua perkara dalam agama maupun dunia mereka.
14. Az zumar :21
 
ألم ترأن الله أنزل من السماء ماء فسلكه ينابيع فى الأرض ثم يخرج به زرعا مختلفا الوانه ثم يهيج فتراه مصفرا ثم يجعله حطاما إن فى ذلك لذكرى لأولى الألباب
“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber dibumi, kemudian di tumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya yang pada demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal”.
Penjelasan :
Salahu : Dia memasukannya
Yanabi : Mata air dan aliran-alirannya
Alwanuhu : Jenis-jenis dan macam-macamnya
Yahiju : Kering
Huthaman : Hancur berderai-derai
         Menurut pengertian secara Ijmal, setelah Allah swt menceritakan tentang akhirat dengan sifat-sifatnya yang menyebabkan ingin memperolehnya dan semakin rindu kepada-Nya, maka dilanjutkan dengan menyebutkan tentang sifat-sifat dari dunia yang menyebabkan orang tidak menyukainya. Seperti, bahwa dunia ini segera sirna dan cepat selesai, sebagai peringatan agar orang jangan terpedaya dengan semaraknya dunia dan cenderung kepada kelezatannya. Allah memisalkan keadaan ini seperti tumbuh-tumbuhan yang diairi dengan air hujan. Dengan air itu, maka keluarlah tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam jenis dan ragamnya. Namun, kemudian kamu lihat tumbuh-tumbuhan itu mengering dan hancur berderai-derai. Alangkah cepat sirnanya dan betapa mudah selesainya.
         Alangkah mirip keadaan dunia ini dengan keadaan tumbuh-tumbuhan tersebut. Dunia ini begitu cepat selesai dan segara sirna. Maka, hal itu hendaklah diambil pelajaran oleh orang-orang yang berakal, dan hendaklah mereka tahu bahwa dunia ini bagai pasar yang terselenggara sesudah bubar. Dan jangan sampai mereka terperdaya dengan keelokan dunia, dan jangan tergoda dengan keindahannya.
15. Surat Al Mu’min : 54
هدى وذكرى لأولى الباب
“Untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berfikir’’.
Penjelasan :
         Ayat diatas menjelaskan tentang petunjuk dan peringatan yang diturunkan kepada nabi Musa untuk umatnya serta peringatan akan hal-hal yang dilarang oleh Allah serta melakukan perintahnya yang dijelaskan pada kitab taurat.
       Ulul albab dalam ayat ini bukan hanya milik orang islam. Ia adalah fenomena semula jadi masyarakat dunia supaya mereka kembali kepada kehendak Allah, agar mereka senantiasa sadar bahwa mereka adalah yang memerlukan petunjuk dan hidayahnya.


16. Surat Ath-Thalaaq :10
اعد الله لهم عذابا شديد فاتقوالله يااولى الألباب الذين امنوا قد أنزل الله إليكم ذكرا  
“Allah menyediakan bagi mereka adzab yang keras. Maka bertaqwalah kepada Allah, hai orang-orang yang mempunyai akal”.
Penjelasan :
         Allah menyediakan bagi mereka adzab yang keras, yakni di alam akhirat disertai adzab yang menimpa mereka di dunia. Kemudian setelah menceritakan mereka, Allah Ta’ala berfirman :
 Maka, bertaqwalah kepada Allah,hai orang-orang yang mempunyai akal. Maksudnya pemahaman yang benar dan lurus. Dengan kata lain, janganlah kalian menjadi seperti mereka wahai orang-orang yang berakal, sehingga kalian akan tertimpa apa yang dulu pernah menimpa mereka.
         Yaitu orang-orang yang beriman, yakni mereka yang mempercayai Allah dan Rasul-Nya.Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu, yakni al Quran al karim.