- SELAMAT MELAYARI BLOG INI SEMOGA KITA MEMPEROLEHI MANFAATNYA DAN HARAP DISEBARLUASKAN KEPADA PEMBACA YANG LAIN PULA BERSESUAIAN DENGAN SABDA RASULULLAH S.A.W "SAMPAIKAN DARIPADAKU WALAUPUN DENGAN SATU AYAT"

Tuesday, December 31, 2013








CERAMAH USTAZ


 KENAPA SAYA PILIH ISLAM




 SOLAT JAMAK QASAR

TAKUT HANYA KPD ALLAH



CABARAN MASA KINI


USTAZ FARHAN


SUASANA PADANG MAHSYAR - USTAZ WADI ANNUAR









HEART ATTACKS AND WATER !
 The Rose Affair


How many folks do you know who say they don't want to drink anything before going to bed because they'll have to get up during the night.

Heart Attack and Water - I never knew all of this ! Interesting.......
Something else I didn't know ... I asked my Doctor why people need to urinate so much at night time. Answer from my Cardiac Doctor - Gravity holds water in the lower part of your body when you are upright (legs swell). When you lie down and the lower body (legs and etc) seeks level with the kidneys, it is then that the kidneys remove the water because it is easier. This then ties in with the last statement!

I knew you need your minimum water to help flush the toxins out of your body, but this was news to me. Correct time to drink water...

Very Important. From A Cardiac Specialist!

Drinking water at a certain time maximizes its effectiveness on the body

2 glasses of water after waking up - helps activate internal organs

1 glass of water 30 minutes before a meal - helps digestion
 
1 glass of water before taking a bath - helps lower blood pressure
 
1 glass of water before going to bed - avoids stroke or heart attack
 
I can also add to this... My Physician told me that water at bed time will also help prevent night time leg cramps. Your leg muscles are seeking hydration when they cramp and wake you up with a Charlie Horse.
 
Mayo Clinic Aspirin Dr. Virend Somers, is a Cardiologist from the Mayo Clinic, who is lead author of the report in the July 29, 2008 issue of the Journal of the American College of Cardiology.

Most heart attacks occur in the day, generally between 6 A.M. and noon. Having one during the night, when the heart should be most at rest, means that something unusual happened. Somers and his colleagues have been working for a decade to show that sleep apnea is to blame.

1. If you take an aspirin or a baby aspirin once a day, take it at night.

The reason: Aspirin has a 24-hour "half-life"; therefore, if most heart attacks happen in the wee hours of the morning, the Aspirin would be strongest in your system.

2. FYI, Aspirin lasts a really long time in your medicine chest, for years, (when it gets old, it smells like vinegar).

Please read on...

Something that we can do to help ourselves - nice to know. Bayer is making crystal aspirin to dissolve instantly on the tongue.
They work much faster than the tablets.
Why keep Aspirin by your bedside? It's about Heart Attacks.
There are other symptoms of a heart attack, besides the pain on the left arm. One must also be aware of an intense pain on the chin, as well as nausea and lots of sweating; however, these symptoms may also occur less frequently.

Note: There may be NO pain in the chest during a heart attack.

The majority of people (about 60%) who had a heart attack during their sleep did not wake up. However, if it occurs, the chest pain may wake you up from your deep sleep.

If that happens, immediately dissolve two aspirins in your mouth and swallow them with a bit of water.

Afterwards: - Call 911. - Phone a neighbor or a family member who lives very close by.- Say "heart attack!" - Say that you have taken 2 Aspirins.

Take a seat on a chair or sofa near the front door, and wait for their arrival and ...DO NOT LIE DOWN!

A Cardiologist has stated that if each person after receiving this e-mail, sends it to 10 people, probably one life could be saved!
I have already shared this information. What about you?
Do forward this message. It may save lives!
"Life is a one time gift"

Must Share with others..

Monday, December 30, 2013








Kelebihan berzikir


Adakah kita berzikir setiap hari,
Dari Anas ra bahwa Rasulullah saw bersabda: Jika kamu sedang melawati kebun-kebun syurga, maka singgahlah ke dalamnya. Tanya para sahabat : Apa yang engkau maksud dengan kebun-kebun syurga, wahai Rasulullah?? Sabda beliau : Ia adalah majlis-majlis zikir. (Riwayat Tirmizi dan menilainya Hasan, Ahmad, AL Baihaqi dan Ibnu Syahim)

Betapa banyaknya pahala jika kita mendengar alunan zikir ini, apa lagi menyebutnya. Ketenangan yang tiada abadi bagi orang yang berzikir ini, hanya orang yang selalu mengamalkan tahu, nikmatnya berzikir.

Kelebihan orang yang berzikir :-
  1. Zikir menjauhkan syaitan dan melemahkan kekuatannya.
  2. Zikir menyebabkan Allah redha
  3. Zikir menjauhkan dukacita daripada hati manusia
  4. Zikir menggembirakan hati
  5. Zikir menguatkan badan dan menyeronokan sanubari
  6. Zikir memurahkan rezeki
  7. Zikir adalah sinaran hati dan muka
  8. Zikir adalah membawa orang yang berzikir itu kepada kehebatan dan kegagahan yakni dengan memandang wajahnya seseorang merasa gentar
  9. Zkir melahirkan cinta sejati kepada Allah kerana cinta itulah roh islam, jiwa agama, dan sumber kejayaan dan kebahagiaan. Zikrullah itu merupakan pintu cinta Ilahi.
  10. Zikir adalah mendatangkan hakikat Muraqabah dan Muraqabah itu membawa seseorang kepada martabat ihsan. Dengan adanya martabat ihsan maka manusia dapat beribadat kepada Allah dalam keadaan yang seolah-olah ia melihatNya
  11. Zikir membawa seseorang kepada penyerahan diri dengan sebulat-bulatnya kepada Allah. Dengan ini lama kelamaan maka setiap urusan dan dalam setiap keadaan Allah menjadi pelindung dan pembantu baginya.
  12. Zikir adalah membawa seseorang kepada Takarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Jika zikir itu bertambah banyak maka dengan sendirinya ia bertambah dekat kepada Allah dan semakin bertambah lalai daripada berzikir maka dengan sendirinya ia bertambah jauh dari Allah.
  13. Zikir adalah membuka pintu makrifat Allah.
  14. Zikir melahirkan keagungan dan kehebatan Allah dan semangat merapatkan diri kepada Allah.


Zikir penenang hati, mententeramkan jiwa.

zikir, zikir penenang hati, zikir munif hijjaz,
Assalamualaikum dan selamat sejahtera. Lama tak buat entri kerohanian nie. Itulah aku sibuk dengan urusan duniawilah sangat, hinggalah kena musibah tempoh hari, baru nak sedar/insaf. Segala kemewahan, kesenangan yang aku ada sekarang semuanya bersifat sementara jer, ianya tidak kekal. Bila-bila masa Allah boleh tarik, sesaat bilamana Allah kata “kun”, maka jadilah. 

Indah dihari jumaat. Tersimpan pelbagai kelebihan kepada hambanya untuk memperoleh pahala, ganjaran dari Allah, namun aku, kita sering alpa dengan arus duniawi. Kesibukan menjadi alasan untuk aku berdolak-dalik, susah nak mencari pahala.

Alpa, alpa dan alpa. 

Pada di zaman era serba cergas ini, kehidupan di bandar megapolitan khasnya yang segalanya mesti dilakukan dengan pantas dan tepat sehingga jiwa, hati serta badan manusia memerlukan sesuatu yang sesuai untuk menyeimbangkannya.
Oleh itu, orang bandar terpaksa mencari jalan penyelesaian dengan pelbagai cara untuk mendapatkan keseimbangan diri termasuk beriadah secara fizikal atau spiritual atau kedua-duanya. Bukan orang bandar sahaja sebenarnya, umum kepada mereka yang berada dimana-mana seluruh dunia, mampu untuk mengutip pahala, hatta sebesar sekalipun, percayalah.

Zikir penenang hati, oleh Munif Hijjaz. Jom dengar pun dapat pahala

Semoga kita beroleh ganjarannya dengan hati yang ikhlas. Zikir merupakan penenang jiwa yang paling mujarab. Beramallah kita semasa badan masih sihat. Sihat sebelum sakit, hidup sebelum mati.
 
Contoh lafaz zikir:- 

Subhanallah.
100 kali mendapat 1000 pahala dan diampunkan 1000 dosa.

Subhanallahiwabihamdihi.
100 kali  diampunkan segala dosa walau seperti buih di lautan.

LA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LA
SYARIKALAH LAHUL MULKU WALAHULHAMDU YUHYI WA YUMITU WAHUWA `ALA KULLI
SYA`IN QODIR

100 kali mendapat seribu pahala dan dihapuskan 1000 dosa dan dilindungi daripada gangguan syaitan.

La Haula Wala Quwwata Illa BillahSebanyak mungkin mendapat timbangan mizan yang berat dan lafaz yang paling disukai oleh Allah YangBersifat Ar-Rahman.

Semoga kita terus dapat mengamalkan zikir dengan hati yang ikhlas, semoga Allah mengampunkan dosa kita yang telah kita lakukan setiap hari. Sedangkan nabi adalah maksum dijanjikan syuga, namun tetap berdoa memohon keampunan kepada Allah, sehingga kedua tapak kakinya bengkak.
Aishah berkata kepada baginda: “Mengapa engkau melakukan hal ini wahai Rasulullah, padahal ALLAH telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang.” Baginda bersabda: “Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang sangat bersyukur?” – Hadis riwayat Imam al-Bukhari di dalam Shahih al-Bukhari, Kitab Tafsir al-Qur’an, hadis no: 4837.
Sumber disini dan sini.

http://zikrihusaini.com/kelebihan-berzikir/







Zuhud


Kata zuhud sering disebut-sebut ketika kita mendengar nasehat dan seruan agar mengekang ketamakan terhadap dunia dan mengejar kenikmatannya yang fana dan pasti sirna, dan agar jangan melupakan kehidupan akhirat yang hakiki setelah kematian. Hal ini sebagaimana peringatan Allah tentang kehidupan dunia yang penuh dengan fatamorgana dan berbagai keindahan yang melalaikan dari hakikat kehidupan yang sebenarnya.

Allah berfirman,
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20)

Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu, batil, dan sekadar permainan. Yang dimaksud sekadar permainan adalah sesuatu yang tiada bermanfaat dan melalaikan. Ayat ini juga menunjukkan bahwa dunia adalah perhiasan, dan orang-orang yang terfitnah dengan dunia menjadikannya sebagai perhiasannya dan tempat untuk saling bermegah-megahan dengan kenikmatan yang ada padanya berupa anak-anak, harta-benda, kedudukan dan yang lainnya sehingga lalai dan tidak beramal untuk akhiratnya.

Allah menyerupakan kehancuran dunia dan kefanaannya yang begitu cepat dengan hujan yang turun ke permukaan bumi. Ia menumbuhkan tanaman yang menghijau lalu kemudian berubah menjadi layu, kering dan pada akhirnya mati. Demikianlah kenikmatan dunia, yang pasti pada saatnya akan punah dan binasa. Maka barangsiapa mengambil pelajaran dari permisalan yang disebutkan di atas, akan mengetahui bahwa dunia ibarat es yang semakin lama semakin mencair dan pada akhirnya akan hilang dan sirna. Sedangkan segala apa yang ada di sisi Allah adalah lebih kekal, dan akhirat itu lebih baik dan utama sebagaimana lebih indah dan kekalnya permata dibandingkan dengan es. Apabila seseorang mengetahui dengan yakin akan perbedaan antara dunia dan akhirat dan dapat membandingkan keduanya, maka akan timbul tekad yang kuat untuk menggapai kebahagian dunia akhirat.

Definisi Zuhud

Banyak sekali penjelasan ulama tentang makna zuhud. Umumnya mengarah kepada makna yang hampir sama. Di sini akan disampaikan sebagian dari pendapat tersebut.

Makna secara bahasa:

Zuhud menurut bahasa berarti berpaling dari sesuatu karena hinanya sesuatu tersebut dan karena (seseorang) tidak memerlukannya. Dalam bahasa Arab terdapat ungkapan “syaiun zahidun” yang berarti “sesuatu yang rendah dan hina”.

Makna secara istilah:

Ibnu Taimiyah mengatakan – sebagaimana dinukil oleh muridnya, Ibnu al-Qayyim – bahwa zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat demi kehidupan akhirat.

Al-Hasan Al-Bashri menyatakan bahwa zuhud itu bukanlah mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta, akan tetapi zuhud di dunia adalah engkau lebih mempercayai apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada di tanganmu. Keadaanmu antara ketika tertimpa musibah dan tidak adalah sama saja, sebagaimana sama saja di matamu antara orang yang memujimu dengan yang mencelamu dalam kebenaran.

Di sini zuhud ditafsirkan dengan tiga perkara yang semuanya berkaitan dengan perbuatan hati:
  1. Bagi seorang hamba yang zuhud, apa yang ada di sisi Allah lebih dia percayai daripada apa yang ada di tangannya sendiri. Hal ini timbul dari keyakinannya yang kuat dan lurus terhadap kekuasaan Allah. Abu Hazim az-Zahid pernah ditanya, “Berupa apakah hartamu?” Beliau menjawab, “Dua macam. Aku tidak pernah takut miskin karena percaya kepada Allah, dan tidak pernah mengharapkan apa yang ada di tangan manusia.” Kemudian beliau ditanya lagi, “Engkau tidak takut miskin?” Beliau menjawab, “(Mengapa) aku harus takut miskin, sedangkan Rabb-ku adalah pemilik langit, bumi serta apa yang berada di antara keduanya.”
  2. Apabila terkena musibah, baik itu kehilangan harta, kematian anak atau yang lainnya, dia lebih mengharapkan pahala karenanya daripada mengharapkan kembalinya harta atau anaknya tersebut. Hal ini juga timbul karena keyakinannya yang sempurna kepada Allah.
  3. Baginya orang yang memuji atau yang mencelanya ketika ia berada di atas kebenaran adalah sama saja. Karena kalau seseorang menganggap dunia itu besar, maka dia akan lebih memilih pujian daripada celaan. Hal itu akan mendorongnya untuk meninggalkan kebenaran karena khawatir dicela atau dijauhi (oleh manusia), atau bisa jadi dia melakukan kebatilan karena mengharapkan pujian. Jadi, apabila seorang hamba telah menganggap sama kedudukan antara orang yang memuji atau yang mencelanya, berarti menunjukkan bahwa kedudukan makhluk di hatinya adalah rendah, dan hatinya dipenuhi dengan rasa cinta kepada kebenaran.
Hakekat zuhud itu berada di dalam hati, yaitu dengan keluarnya rasa cinta dan ketamakan terhadap dunia dari hati seorang hamba. Ia jadikan dunia (hanya) di tangannya, sementara hatinya dipenuhi rasa cinta kepada Allah dan akhirat.

Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia secara total dan menjauhinya. Lihatlah Nabi, teladan bagi orang-orang yang zuhud, beliau mempunyai sembilan istri. Demikian juga Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman, sebagai seorang penguasa mempunyai kekuasaan yang luas sebagaimana yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Para Shahabat, juga mempunyai istri-istri dan harta kekayaan, yang di antara mereka ada yang kaya raya. Semuanya ini tidaklah mengeluarkan mereka dari hakekat zuhud yang sebenarnya.

Tingkatan Zuhud

Ada beberapa tingkatan zuhud sesuai dengan keadaan setiap orang yang melakukannya, yaitu:
  1. Berusaha untuk hidup zuhud di dunia; sementara ia menghendaki (dunia tersebut), hati condong kepadanya dan selalu menoleh ke arahnya, akan tetapi ia berusaha melawan dan mencegahnya.
  2. Orang yang meninggalkan dunia dengan suka rela, karena di matanya dunia itu rendah dan hina, meskipun ada kecenderungan kepadanya. Dan ia meninggalkan dunia tersebut (untuk akhirat), bagaikan orang yang meninggalkan uang satu dirham untuk mendapatkan uang dua dirham (maksudnya balasan akhirat itu lebih besar daripada balasan dunia).
  3. Orang yang zuhud dan meninggalkan dunia dengan hati yang lapang. Ia tidak melihat bahwa dirinya meninggalkan sesuatu apapun. Orang seperti ini bagaikan seseorang yang hendak masuk ke istana raja, terhalangi oleh anjing yang menjaga pintu, lalu ia melemparkan sepotong roti ke arah anjing tersebut sehingga membuat anjing tersebut sibuk (dengan roti tadi), dan ia pun dapat masuk (ke istana) untuk menemui sang Raja dan mendapatkan kedekatan darinya. Anjing di sini diumpamakan sebagai syaitan yang berdiri di depan pintu (kerajaan/surga) Allah, yang menghalangi manusia untuk masuk ke dalamnya, sementara pintu tersebut dalam keadaan terbuka. Adapun roti diumpamakan sebagai dunia, maka barangsiapa meninggalkannya niscaya akan memperoleh kedekatan dari Allah.
Hal-Hal yang Mendorong untuk Hidup Zuhud

1. Keimanan yang kuat dan selalu ingat bagaimana ia berdiri di hadapan Allah pada hari kiamat guna mempertanggung-jawabkan segala amalnya, yang besar maupun yang kecil, yang tampak ataupun yang tersembunyi. Ingat! betapa dahsyatnya peristiwa datangnya hari kiamat kelak. Hal itu akan membuat kecintaannya terhadap dunia dan kelezatannya menjadi hilang dalam hatinya, kemudian meninggalkannya dan merasa cukup dengan hidup sederhana.

2. Merasakan bahwa dunia itu membuat hati terganggu dalam berhubungan dengan Allah, dan membuat seseorang merasa jauh dari kedudukan yang tinggi di akhirat kelak, dimana dia akan ditanya tentang kenikmatan dunia yang telah ia peroleh, sebagaimana firman Allah,
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS. At-Takaatsur: 6)
Perasaan seperti ini akan mendorong seorang hamba untuk hidup zuhud.

3. Dunia hanya akan didapatkan dengan susah payah dan kerja keras, mengorbankan tenaga dan pikiran yang sangat banyak, dan kadang-kadang terpaksa harus bergaul dengan orang-orang yang berperangai jahat dan buruk. Berbeda halnya jika menyibukkan diri dengan berbagai macam ibadah; jiwa menjadi tentram dan hati merasa sejuk, menerima takdir Allah dengan tulus dan sabar, ditambah akan menerima balasan di akhirat. Dua hal di atas jelas berbeda dan (setiap orang) tentu akan memilih yang lebih baik dan kekal.

4. Merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an yang banyak menyebutkan tentang kehinaan dan kerendahan dunia serta kenikmatannya yang menipu (manusia). Dunia hanyalah tipu daya, permainaan dan kesia-siaan belaka. Allah mencela orang-orang yang mengutamakan kehidupan dunia yang fana ini daripada kehidupan akhirat, sebagaimana dalam firman-Nya,
“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Naaziat: 37-39)
Dalam ayat yang lainnya Allah berfirman,
“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’laa: 16-17)

Semua dalil-dalil, baik dari Al-Qur’an maupun as-Sunnah, mendorong seorang yang beriman untuk tidak terlalu bergantung kepada dunia dan lebih mengharapkan akhirat yang lebih baik dan lebih kekal.

Zuhud yang Bermanfaat dan Sesuai Dengan Syariat

Zuhud yang disyariatkan dan bermanfaat bagi orang yang menjalaninya adalah zuhud yang dicintai oleh Allah dan rasul-Nya, yaitu meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat demi menggapai kehidupan akhirat. Adapun sesuatu yang memberi manfaat bagi kehidupan akhirat dan membantu untuk menggapainya, maka termasuk salah satu jenis ibadah dan ketaatan. Sehingga berpaling dari sesuatu yang bermanfaat merupakan kejahilan dan kesesatan sebagaimana sabda Nabi,
“Carilah apa yang bermanfaat bagi dirimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah.” (HR. Muslim hadits no. 4816)
Yang bermanfaat bagi seorang hamba adalah beribadah kepada Allah, menjalankan ketaatan kepada-Nya dan kepada rasul-Nya. Dan semua yang menghalangi hal ini adalah perkara yang mendatangkan kemudharatan dan tidak bermanfaat. Yang paling berguna bagi seorang hamba adalah mengikhlaskan seluruh amalnya karena Allah. Orang yang tidak memperhatikan segala yang dicintai dan dibenci oleh Allah dan rasul-Nya akan banyak menyia-nyiakan kewajiban dan jatuh ke dalam perkara yang diharamkan; meninggalkan sesuatu yang merupakan kebutuhannya seperti makan dan minum; memakan sesuatu yang dapat merusak akalnya sehingga tidak mampu menjalankan kewajiban; meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar; meningalkan jihad di jalan Allah karena dianggap mengganggu dan merugikan orang lain. Pada akhirnya, orang-orang kafir dan orang-orang jahat mampu menguasai negeri mereka dikarenakan meninggalkan jihad dan amar ma’ruf -tanpa ada maslahat yang nyata-.
Allah berfirman,
“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah, ‘Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh.’” (QS. Al-Baqarah: 217)
Allah menjelaskan dalam ayat ini, walaupun membunuh jiwa itu merupakan keburukan, akan tetapi fitnah yang ditimbulkan oleh kekufuran, kezaliman dan berkuasanya mereka (orang-orang kafir) lebih berbahaya dari membunuh jiwa. Sehingga menghindari keburukan yang lebih besar dengan melakukan keburukan yang lebih ringan adalah lebih diutamakan. Seumpama orang yang tidak mau menyembelih hewan dengan dalih bahwa perbuatan tersebut termasuk aniaya terhadap hewan. Orang seperti ini adalah jahil, karena hewan tersebut pasti akan mati. Disembelihnya hewan tersebut untuk kepentingan manusia adalah lebih baik daripada mati tanpa mendatangkan manfaat bagi seorang pun. Manusia lebih sempurna dari hewan, dan suatu kebaikan tidak mungkin bisa sempurna untuk manusia kecuali dengan memanfaatkannya, baik untuk dimakan, dijadikan sebagai kendaraan atau yang lainya. Yang dilarang oleh Nabi adalah menyiksanya dan tidak menunaikan hak-haknya yang telah tetapkan oleh Allah.
Nabi bersabda,
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu, maka jikalau kalian membunuh, bunuhlah dengan baik, dan jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan baik, hendaklah salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.” (HR. Muslim hadits no. 3615)

Zuhud yang Bid’ah dan Menyelisihi Syari’at

Zuhud yang menyelisihi Sunnah tidak ada kebaikan sama sekali di dalamnya. Karena ia menganiaya hati dan membutakannya, membuat agama menjadi buruk dan hilang nilai-nilai kebaikannya yang diridhai oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya, menjauhkan manusia dari agama Allah, menghancurkan peradaban, dan memberi kesempatan bagi musuh-musuh Islam untuk menguasai mereka; merendahkan kemuliaan seseorang serta menjadikan seorang hamba menyembah kepada selain Allah. Berikut ini beberapa perkataan para penyeru zuhud yang menyelisihi petunjuk Nabi.

Perkataan Junaid, salah seorang penyeru zuhud yang menyelisihi syariat, “Saya senang kalau seorang pemula dalam kezuhudan tidak menyibukkan diri dengan tiga perkara agar tidak berubah keadaannya, yaitu bekerja untuk mendapatkan rezeki, menuntut ilmu hadist, dan menikah. Dan lebih aku senangi jika seorang sufi tidak membaca dan menulis agar niatnya lebih terarah.” (Kitab Quatul-Qulub 3/135, kitab karya Junaid).

Perkataan Abu Sulaiman ad-Darani, “Jika seseorang telah menuntut ilmu, pergi mencari rezeki atau menikah, maka dia telah bersandar kepada dunia.” (Kitab Al-Futuhat Al-Makiyah, 1/37).
Padahal telah dimaklumi bahwa semua peradaban di dunia ini tidak mungkin tegak dan berkembang kecuali dengan tiga perkara, yaitu dengan bekerja, mencari ilmu, dan menikah demi meneruskan keturunan manusia. Rasulullah sendiri telah memerintahkan kita bekerja mencari rezeki sebagaimana dalam sabda beliau,
“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri. Sesungguhnya nabi Allah, Dawud, makan dari hasil kerja tangannya.” (HR. Bukhari, III/8 hadits no. 1930)

Dan Rasulullah telah memerintahkan umatnya untuk menikah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (lahir dan batin) untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Sesungguhnya pernikahan itu dapat menjaga pandangan mata dan menjaga kehormatan. Sedangkan untuk yang tidak mampu, hendaklah berpuasa karena puasa itu dapat menjaganya (yaitu benteng nafsu).” (HR. Bukhari, VI/117)
Beliau juga memerintahkan kaum muslimin menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun dunia, sebagaimana sabdanya,
“Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim.” (Ibnu Majah hadits no. 220. Hadist Sahih, lihat Kitab Al-Jami’ As-Shahih no. 3808 karya Al-Bani)

Wajib di sini adalah dalam menuntut ilmu agama. Adapun ilmu duniawi, tidak ada seorang pun yang berselisih tentang pentingnya ilmu tersebut, baik berupa ilmu kesehatan, ilmu perencanaan maupun ilmu lainnya yang manusia tidak mungkin terlepas darinya. Terpuruknya kaum muslimin ke dalam jurang kehinaan dan kemunduran pada masa sekarang ini tidak lain akibat kelalaian mereka dalam menuntut ilmu agama yang benar, merasa cukup dengan ilmu duniawi yang mereka ambil dari musuh-musuh mereka dalam berbagai macam aspek kehidupan, baik yang besar maupun yang kecil, banyak maupun sedikit, yang semuanya berujung kepada kebinasaan, hilangnya agama, akhlak, dan hal-hal utama lainnya.

Khatimah

Sebagai penutup tulisan ini, marilah kita lihat bagaimana kehidupan generasi pertama dan terbaik dari umat ini, generasi sahabat yang hidup di bawah naungan wahyu Ilahi dan didikan Nabi. Salah seorang tokoh generasi tabi’in, Imam al-Hasan al-Bashri berkata, “Aku telah menjumpai suatu kaum dan berteman dengan mereka. Tidaklah mereka itu merasa gembira karena sesuatu yang mereka dapatkan dari perkara dunia, juga tidak bersedih dengan hilangnya sesuatu itu. Dunia di mata mereka lebih hina daripada tanah. Salah seorang di antara mereka hidup satu atau dua tahun dengan baju yang tidak pernah terlipat, tidak pernah meletakkan panci di atas perapian, tidak pernah meletakkan sesuatu antara badan mereka dengan tanah (beralas) dan tidak pernah memerintahkan orang lain membuatkan makanan untuk mereka. Bila malam tiba, mereka berdiri di atas kaki mereka, meletakkan wajah-wajah mereka dalam sujud dengan air mata bercucuran di pipi-pipi mereka dan bermunajat kepada Allah agar melepaskan diri mereka dari perbudakan dunia. Ketika beramal kebaikan, mereka bersungguh-sungguh dengan memohon kepada Allah untuk menerimanya. Apabila berbuat keburukan, mereka bersedih dan bersegera meminta ampunan kepada Allah. Mereka senantiasa dalam keadaan demikian. Demi Allah, tidaklah mereka itu selamat dari dosa kecuali dengan ampunan Allah. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridha-Nya kepada mereka.” Wallahu A’lam.
Referensi:
  1. Qawaid wa Fawaid min Al-Arbaina An-Nawawiyah, karya Nazim Mohammad Sulthan ; cet. Ke-2. 1410; Dar-Alhijrah, Riyadh, KSA.
  2. Makarimul-Akhlaq, karya Syakhul-Islam Ibn Taimiyah ; cet. Ke-1. 1313 ; Dar- alkhair, Bairut, Libanon.
  3. Tazkiyatun-Nufus, karya Doktor Ahmad Farid ; Dar- Alqalam, Bairut, Libanon.
  4. Mukhtashar Minhajul-Qashidin, karya Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisy, Maktabah Dar Al-Bayan, Damsiq, Suria.
***
Penulis: Ustadz Abu Husam Muhammad Nur Huda
Dipublish ulang oleh muslim.or.id dari Majalah FATAWA

 http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/zuhud.html

Tuesday, December 24, 2013








Pohon Nabi Muhammad Berteduh Dari Terik Panas



Pohon Nabi ini sekali lagi menjadi bukti kenabian Nabi Muhammad Saw. Dan sepertinya Pohon Nabi ini sengaja dibiarkan hidup oleh Allah Swt. agar menjadi pengingat, kenangan dan bukti sejarah masa lalu.
Pohon ini adalah pohon yang penuh keberkahan, pohon ajaib, pohon keramat dan pohon yang aneh.

Dulu ketika Rasulullah Saw. melakukan perjalanan menuju Syam bersama Maisarah (pembantu Sayyidatuna Khadijah Ra.) untuk berdagang, Rasulullah Saw. pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana. Pada saat Rasulullah Saw. berteduh di bawahnya, dahan dan ranting-ranting pohon ini bergerak menaungi beliau Saw. dari panasnya terik matahari.

Seorang rahib (pendeta) yang melihat kejadian ini, lantas mendatangi Maisarah dan menunjukkan kepadanya pohon tempat berteduh Rasulullah Saw. itu seraya berkata: "Hanya seorang Nabi saja yang berteduh di bawah pohon itu."


Lihatlah sampai hari ini pohon tersebut tetap subur bahkan di tengah-tengah padang pasir yang kering kerontang dan tidak tumbuhan yang hidup sepertinya. Allah Swt. menghidupkannya dengan kehendaknya.
TAHUKAH ANDA APAKAH POHON INI?
Inilah pohon yang memahami cinta buat Nabinya Muhammad SAW, Pohon yang diberkati.
Sampai sekarang pohon ini masih hidup lagi di Yordania. Sebab itu ia dijuluki "the only living Sahabi" atau "sahabat Nabi yang masih hidup".


Sedikit sejarah tentang ...
Ketika Rasulullah SAW keluar ke Syam bersama Maisarah - pekerja Sayyidatuna Khadijah ra-untuk berbisnis, Baginda SAW pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana.
Saat Beliau SAW berteduh di bawahnya, dahan dan ranting-ranting pohon ini bergerak menaungi Baginda SAW dari cahaya matahari.
Seorang imam yang melihat kejadian ini datang bertemu Maisarah & menunjukkan kepadanya pohon tempat naungan Rasulullah SAW itu dengan berkata: "Hanya seorang Nabi saja yang berteduh di bawah pohon ini."
Pohon ini terletak di tengah padang pasir bernama Buqa'awiyya di negara Yordania. Dari segi geografis, ia dekat dengan kota Bosra di Suriah.




Sebagaimana kita tahu, Rasulullah SAW dua kali tiba di Bosra:
1. Ketika bersama pamannya Abu Thalib saat berumur 12 tahun & bertemu dengan Rahib Buhaira dan terserlah tanda kerasulan beliau
SAW di belakang bahu seperti tercatat dalam kitab injil tentang tanda kerasulan nabi akhir zaman.
2. kali kedua rasulullah SAW ke Bosra membawa barang dagangan Saidatina Khadijah. Apa yg menarik setelah dari tanah Tabuk hingga ke Bosra



sejauh lebih 500km kita tidak akan bertemu dengan pohon semacam di atas. Lihatlah sampai hari ini ia tetap subur bahkan di tengah-tengah padang pasir yang tandus. Tidak tumbuhan yang dapat hidup sepertinya. ALLAH menghidupkannya dengan kehendak-NYA jua.
 http://berfose.blogspot.com/2013/04/inilah-pohon-yang-digunakan-nabi.html?m=1

Dan di dalam foto ini juga, Habib Umar Benhafidz seorang dari keturunan Rasulullah SAW mengunjungi pohon di mana kakek - Rasulullah SAW - pernah berada di situ.





 
NAK ANAK SUKA BELAJAR?
PART 1
 
Jika kita mahukan anak-anak suka belajar...kita sendiri mesti suka belajar. Bila anak-anak merasakan kita senantiasa mahu mencari ilmu, berkongsi dengan mereka ilmu baru yang kita dapat...bersembang secara santai dengan mereka mengenai ilmu dan skil yang kita perolehi...anak memang akan rasa keseronokan kita belajar dan akan wujud di dalam diri dalamannya melalui subconscious, bahawa BELAJAR ITU MENYERONOKAN!
Part 2

Tuhan memang menjadikan manusia ini suka belajar dan mahukan ilmu. Sebab itu adalah instinct untuk meneruskan kemandirian hidupnya manusia di atas muka bumi.

Apa yang menyebabkan manusia tidak suka belajar adalah kerana salah faham apa itu belajar. Ramai yang menjadi pasif di sekolah dan juga di kursus, kerana belajar ditafsirkan sebagai DUDUK DIAM, DENGAR SAJA DAN...
JANGAN SIBUK MEMBERI PENDAPAT...Inilah pembunuh kemahuan untuk belajar....

Jika hendak anak suka belajar, jangan asyik suruh dia duduk diam. Beri dia peluang bertanya, menjawab walaupun loyar buruk, bergerak, berjenaka dan mencabar idea anda...anda akan lihat dia akan belajar dengan penuh minat. KERANA BELAJAR ITU IALAH EKXPLORASI...
 
Part 3

Bila anak bertanya, itu tandanya otaknya sedang berputar mencari jawapan kepada sesuatu yang dia mahu faham.

Bila anak bertanya KENAPA? Jawablah sebaik yang anda boleh. Jika anda tidak tahu beritahu saja anda BELUM tahu dan akan cari jawapannya. Malah ajaklah anak itu mencari jawapan bersama anda.

GUNALAH masa ini untuk bersama-sama mencari jawapan dengan melayari... internet atau ke kutub khanah. Bila kita menggunakan internet untuk mencari ilmu, maka anak itu akan faham bahawa itu adalah tempat dia boleh mencari ilmu. Oleh kerana kita memperkenalkan IT ini sebagai alat mencari ilmu yang membina dirinya, maka itulah yang menjadi kefahaman utamanya. Maka dengan sendiri dia tidak akan mencari ilmu yang tidak baik melalui internet...kenapa..kerana kita bijak memprogram dirinya semasa kita sama-sama mencari jawapan kepada soalannya tadi...kita katakan berkali-kali, suka ilmu yang bermanafaat...MEREKA MENJADI POLIS KEPADA DIRI MEREKA SENDIRI...maka tidaklah kita risau tidak menentu.
 
Part 4

Ini satu soalan yang sangat baik

Assalammualaikum...ibu, sy nk minta pendapat. Mcm mn nk handle kanak2 yg suka menjawab dan sentiasa merasa yg dia shj yg betul. Anak sy berusia 3 thn (thn 2014 4thn). Dia sgt suka menjawab kata sy, dan merasa dirinya yg betul. Kdg2 dia yg mengajar sy utk membuat sesuatu...
-----------------------------------------------
Jawapan Ibu.
...

Anak yang begini adalah pada tahap UI . Iaitu Unconscious Incompetent mengenai apa yang dia faham tentang banyak perkara...dia tidak tahu yang dia tidak tahu. Namun, dia mempunyai satu semangat positif yang dia sangat tahu.

Mengapa anak ni begini? Sebab pada usia 3 tahun EQ anak belum develop dan hanya baru berkembang. Pada tahap perkembangan otak juga, pada usia ini otak tengah yang mengendalikan emosi anak baru hendak berkembang. Itulah sebabnya mereka kurang berfikir akan kesan perbuatan mereka terhadap orang lain. Mereka tidak begitu bijak menjaga hati dan sepertinya. Oleh itu pada tahap usia inilah kita hendak mengasah EQ mereka dengan menunjukkan bagaimana caranya menjaga hati dengan kita menunjukkannya melalui teladan. Jangan hanya bersyarah dan mengarah.

Bagi anak yang bijak macam ni, anda boleh gunakan soalan untuk memberi dia tahu dia belum tahu semua dan perlu mendengar pandangan orang. Contoh soalan bila dia memberi tahu idea dia : " Wow, Abah nak tahulah macamana tu?" Dengar dulu jawapannya....kalau jauh sangat dari kebenaran, maka anda tidak perlu terus menidakkan...mungkin 2 -3 jam lepas tu, anda ambik buku atau pasang movie documentary yang bercakap mengenai perkara itu dan ajak dia tengok... biar dia lihat dan tersedar sendiri apa yang anda cakap itu betul. Kadang-kadang anda boleh gunakan buku...Just be creative.

Apa yang sangat penting ialah , kita hendak dia tahu dia perlu juga mendengar buah fikiran anda dan dalam kebanyakkan perkara anda lebih tahu, tapi anda tidak mahu melakukannya dengan cara yang kasar, memaksa dan mematikan minat dia untuk belajar
 
 
Part 5

KALAU MASA MENGAJAR ANDA JADI PANAS HATI...BERHENTI DULU MENGAJAR.. DAN SMABUNG BILA SUDAH TENANG. Kenapa?

Elakkan menjadikan situasi belajar satu situasi yang menakutkan anak-anak anda. ANAK TAK PERLU ROTAN atau ditakutkan dengan rotan untuk belajar. SALAH CARA TU...anak memang suka belajar...yang dia tak suka ialah cara dia diajar dan perasaan negatif pengajar kep...
adanya...anak-anak memang dilahirkan merasakan dia pandai dan boleh belajar...ini adalah bekalan yang Allah bekalkan kepada setiap manusia supaya manusia itu boleh terus hidup. Mengajar dengan marah-marah yang menimbulkan perasaan takut akan MERAGUT MINAT UNTUK BELAJAR.

ANDA LAYAK MEMPUNYAI ANAK YANG SUKA BELAJAR!
 
Part 6

Untuk Pendidik yang Berhati Besar dan Mulia..

Jika di dalam bilik darjah, anak-anak murid dikatakan perlu dimarah supaya mereka duduk diam dan mendengar anda mengajar...dan anda merasakan anda perlu GARANG, PEGANG ROTAN DAN MARAH_MARAH...baru mereka mendengar kata.

Ketahuilah sayang, di situ bukan kerana anak tu tidak mahu belajar...itu adalah petanda b...
ahawa anda belum menguasai skil pengendalian kelas...dan anda boleh belajar skil ini dan kuasainya TANPA PERLU menjadi SINGA.

Macamana Ibu tahu? Sebab, Ibu diberi Allah peluang mengajar anak-anak kecil ini selama 24 tahun sudah. Dan dari pengalaman Ibu anak-anak kecil amat mudah mendengar kata bila kita tahu caranya

Be LOVING & FIRM, it always works

Monday, December 23, 2013








Doktor Sakit Puan...

Satu masalah yang sangat menular pada masa kini ialah kelalaian atau sikap acuh tidak acuh masyarakat kita berkenaan isu mendedahkan aurat di klinik-klinik dan hospital, seolah-olah dibolehkan mendedahkan segala-galanya kepada seorang doktor dan membiarkannya melakukan perkara-perkara yang tidak dihalalkan dalam agama.?

Dalam kes untuk memeriksa bukaan rahim dan menyambut kelahiran biasa adalah haram bagi doktor lelaki dan perempuan2 yang beriman hendaklah meminta agar bukan doktor lelaki yang melakukan pemeriksaan bukaan rahim ke atasnya. Ini kerana doktor akan memasukkan jarinya ke dalam faraj untuk estimate bukaan pintu rahim.

Dan baginda S.A.W pernah berkata kepada Saidiana Ali r.a : “Janganlah kamu melihat peha seseorang, samada yang masih hidup atau yang telah mati.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud, hadis sahih).

Jika ianya haram untuk melihat aurat, ianya juga haram... untuk menyentuh aurat, walaupun berlapik dengan kain atau pakaian. Nabi SAW pernah bersabda: "Aku tidak berjabat tangan dengan perempuan." (Diriwayatkan oleh Imam Malik dan Imam Ahmad, hadis sahih)

Dan baginda SAW juga pernah bersabda: “ Jika salah seorang daripada kamu hendak ditikam di kepalanya, itu adalah lebih baik baginya daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak dibolehkan untuknya sentuh (bukanmahram).” (Diriwayatkan oleh Imam Tabrani, hadis sahih)

Keperluan mendesak ialah keperluan yang boleh menghindar kemudharatan pada agama, nyawa, akal, keturunan dan hartabenda. Apabila keperluan ini tidak dipedulikan maka manusia tidak boleh hidup sebagai manusia normal. Apabila wujud keperluan ...ini, maka diharuskan perkara yang dilarang seperti dibolehkan memakan bangkai ketika kebuluran. Namun keharusan itu adalah sekadar yang mencukupi keperluan sahaja

Itulah baru dikira darurat. Bersalin itu darurat kah? fikir2kan lah. Jika sakit itu melibatkan batuk demam mungkin tidak terlalu bermasalah, tetapi jika sakit itu melibatkan aurat mughallazah (aurat berat seperti tubuh badan wanita dan alat sulit) tidakkah ianya sesuatu yang mengundang risiko? Tidak tercalarkah maruah?

Terutama ketika memilih doktor untuk proses bersalin, ramai yang memilih doktor lelaki berdasarkan kepakaran, walaupun ada pilihan doktor wanita. Tanpa tidak sedar perlu memberi keutamaan menjaga maruah dan sudah tentunya ada pilihan lain selain doktor lelaki

“Saya pelik, kenapa ramai doktor lelaki terlibat dalam bidang perbidanan (wanita bersalin)?” Saya cuba menduga. “Tak ramai sebab bidang perbidanan ini sebenarnya risikonya tinggi dan agak susah.. contohnya kalau ada emergency kes tengah-tengah malam ada orang nak beranak susahla doktor perempuan nak tolong..” Jawabnya. “Lagipun doktor lelaki jadi dah biasa dah macam tu (sudah mangli melihat aurat wanita ketika mahu bersalin, tidak bernafsu lagi)..” Sambungnya lagi.

Cuba kita renung sejenak, dahulu ibu-ibu kita melahirkan anak bagaimana? Hanya atas pertolongan mak bidan menggunakan perubatan tradisional. Terdapat juga sesetengah tempat mereka menggunakan khidmat jururawat bergerak. Kesemua mereka adalah wanita. Mereka sanggup berkorban demi membantu kaum sendiri tanpa beralasankan hari sudah larut malam. Dunia bertambah canggih, ini bukan ceritera kisah menunggang basikal tua!

Oh, saya sedikit geli hati mendengar alasan doktor lelaki sudah bosan melihat aurat wanita sehinggakan tidak rasa bersyahwat lagi. Jawapannya mudah, apakah doktor lelaki itu sudah mati pucuk? Atau sudah menjadi tidak normal? Sungguh kasihan jika itu berlaku

Pada hemat saya, ini adalah salah satu strategi pihak yahudi dan barat menusukkan jarum-jarum halus mereka. Sengaja meramaikan pelajar lelaki di dalam bidang sakit puan, dan meramaikan pihak wanita di dalam bidang sakit tuan. Natijahnya, soal aurat langsung tidak dititikberatkan lagi sehinggakan mencetuskan kecelaruan fikrah di benak-benak umat Islam.

Bidang sakit puan & perbidanan (O&G) akan menjadi fardhu ain jika kekurangan doktor muslimah. Fardhu ain ini terpundak di atas bahu-bahu pelajar perubatan wanita yang kini sedang menuntut di mana sahaja hamparan bumi. Bukan untuk lelaki. Ayuh, sahutlah seruan ini wahai kaum hawa demi masa depan dirimu sendiri. Apakah akan terjadi jika fardhu ain juga diabaikan? Saya yakin kalian juga tahu hukumnya.

Itulah, bukan senang mahu menjadi muslim yang sejati. Terjunlah apa jua bidang pun, dia tetap tegas dengan syariatnya.

Saya menunggu komen dari para doktor Islam

Saya jadi hairan, mengapa perempuan yang lahirkan anak luar nikah boleh beranak sendirian. Begitu juga kadang-kadang ada kes tak sempat ke hospital sudah beranak. Fakta ini turut membuktikan bahawa melahirkan anak tidaklah terlalu bergantung kepada doktor pakar (kecuali ada komplikasi dan hal yang berat). Jururawat juga boleh. Tetapi protokol pula menyusahkan keadaan.

sekarang kita kekurangan doktor perempuan dalam bidang sakit puan sehingga menyebabkan doktor berlainan jantina pula ramai. Ini ditambah lagi dengan kebanjiran doktor lelaki dalam dunia kedoktoran O&G seolah-olah perkara ini bukan darurat lagi. Seperti sengaja meramaikan. Walhal wanita kini lebih ramai yang menguasai universiti tempatan. Persoalannya, ke manakah mereka? Mengapa meninggalkan fardhu kifayah sehingga terabai?

saya sudah lama memikirkan hal ini dan mahu menulis tentang ini. Tetapi niat ini terpadam agak lama sehinggalah hari ini baru menulis berkenaannya. Apapun, kerja dakwah takkan terpadam walau apa jua bidang anda!

Persoalannya mengapa harus doktor lelaki tersebut yang melakukan pemeriksaan. Sedangkan jururawat juga dilatih untuk melakukannya. Malang sekali, jarang kedengaran bantahan daripada pihak yang diperiksa.. Sekadar balik bercerita dengan kawan-kawan saja. Apa2 pun, ya, di pihak yang memberikan perkhidmatan/rawatan di bidang O&G, memang tanggungjawab tetap di bahu muslimah sendiri. Dan di pihak yang bakal menerima rawatan (khususnya ibu2 bersalin),walau dalam apa jua keadaan, tetap bertanggungjawab untuk menjaga maruah sendiri

berfikiran terbuka dan peka terhadap perkara ini, Saya yakin perkara ini bukan perkara kecil dan remeh dan menglibatkan hukum Allah, NO question about hukum allah..Primary Issue ialah Aurat..secondary issue is darurat..No way any lelaki bol...eh tengok aurat perempuan..DOKTOR BUKAN MALAIKAT..berpuluh tahun doktor belajar..belum membolehkan lelaki lawan hukum Allah..saya sanjung prefesion doktor..saya hormati..

Allah amat melindungi dan mengangkat darjat wanita..TAHUKAH ANDA BAGAIMANA ALLAH TINGGI DARJAT DAN MARWAH WANITA…ALLAH PERINTAH WANITA TUTUP SEMUA TUBUH WANITA KECUALI TAPAK TANGAN DAN MUKA SAHAJA…SUBAHANALLAH..SATU BULU DARI MANA2 TUBUH WANITA PUN LELAKI TAK BOLEH TENGOK…SAYANGNYE ALLAH PADA WANITA..

..lelaki dimuka bumi ini sebagai khalifah..kena jaga dan memartabatkan marwah wanita..saya tak akan ada didunia ini tanpa wanita..saya hormat semua wanita sepertimana saya hormat ibu saya..

Perkara begini bukan sesuatu hal yang sangat-sangat ringin persis debunga yang berterbangan ditiup angin. Ini juga bukan masalah menghirup kopi sambil menonton gusti di warung kampung. Ini soal maruah seorang wanita. Hati wanita mana tidak ...remuk seandainya selama berpuluh tahun elok berhijab menutup aurat, menjaga rambutnya dari terdedah, namun diragut maruah hanya kerana peristiwa beberapa jam saat kelahiran anak. Mungkin wanita yang tidak menutup aurat kurang merasa kesengsaraan jiwa, tetapi bagi yang selalu menjaganya. Pasti ia merupakan detik hitam yang kelam dan hitam.

Allah memberi kelonggaran di dalam semua perkara sekiranya "darurat". solat pun ada kelonggaran,kalu xde air,debu pun blh guna utk bertayamun, tetapi perlu diketahui, kaedah bagi darurat doktor lelaki merawat ataupun menjadi bidan kepada wanita bersalin adalah terlalu umum. Kita tidak akan dapat menyelesaikan masalah tersebut tanpa membuat pengecualian hal ehwal sakit puan. Seterusnya jika berlaku kes bersalin, kesan di sebalik perbidanan itu adalah amat besar samaada terhadap emosi sehinggakan si isteri akan mengalami trauma berpanjangan. Begitu juga suami, pasti akan mengundang rasa ‘lain’ apabila lelaki asing melihat aurat mughallazah isterinya. Doktor juga tidak dapat lari daripada menerima kesan akibat kes perbidanan tersebut seandainya masih bergelar lelaki sejati.

entry yg baik utk kesedaran buat para doktor dan juga muslimah2 yg sudah berkahwin dan jg yg akan berkahwin, spy kita semua mengambil berat permasalahan sebegini.bukan hanya menggunakan alasan “darurat” semata2,untuk menutup segala hukum yg ditetapkan.matlamat tidak menghalalkan cara..kalau tiada angin, pohon tidak akan bergoyang. kita sbg patient sndiri harus tegas dengan kehendak islam dan jelas. islam agama yg mudah, tetapi jangan dipermudah2kan sebegitu. alasan darurat bukan sebegitu mudah dipandang remeh.

saya bukan mempersoalkan tugas doktor, cuma saya cuba membincangkan ttg kenapa ada doc lelaki yg membuat pemeriksaan bukaan rahim dan menyambut kelahiran biasa.

Kepada para pelatih doktor-doktor wanita dan doktor2 wanita…Bantulah kaum anda. Semoga anda semua diberkati Allah…
 


 http://shehdikimia.blogspot.com/2011/04/doktor-sakit-puan.html

Thursday, December 19, 2013








  Kuliah - Ustaz Hanif Haron

 

 solat sunat

 

hadith 40

kuliah Dhua

hadith

 

syamil

 http://www.youtube.com/user/teamkosuke?feature=watch

Monday, December 9, 2013








KESAN DOSA DALAM KEHIDUPAN - USTAZ ABDULLAH KHAIRI




1
2

Monday, December 2, 2013








Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah Kawal Lalulintas???


Gambar di atas menunjukkan Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah sedang berdiri di tepi sebuah jalan raya dan mengawal lalu lintas selepas dua anggota pengiring baginda kemalangan selepas dirempuh sebuah kereta yang dipandu laju seorang wanita.

Kedua-dua anggota pengiring Diraja Brunei itu terpaksa dikejarkan ke hospital selepas dilanggar kereta itu yang datang dari arah bertentengan, menurut laporan Brunei Times.

Kejadian berlaku berdekatan Jerudong Park di Lebuh Raya Muara-Tutong semalam.

Penulis begitu kagum dengan kesudian baginda keluar dari kereta Diraja dan mengawal keadaan lalu lintas sementara anggota pengiringnya diberikan rawatan kecemasan.

Bayangkan perasaan rakyat Brunei yang berkesempatan melihat kerendahan hati dan kemulian yang dipertontonkan pemerintah mereka ketika memandu melalui jalan berkenaan.

Dalam kejadian itu, seorang anggota patah bahu kiri dan tangan, manakala seorang lagi cedera ringan tetapi masih dalam keadaan trauma dan terkejut selepas mereka dilanggar oleh sebuah kereta yang dipandu seorang wanita.


Pemandu itu dipercayai memandu melebihi had laju yang dibenarkan.

Kemalangan berlaku kira-kira pukul 5.40 petang ketika kedua-dua anggota pengiring memberhentikan kenderaan lain untuk memberi laluan kepada kereta baginda, menurut polis Brunei.

Dua buah kereta pada mulanya berhenti bersebelahan apabila tiba-tiba, kereta wanita itu gagal dikawal dan masuk ke ruang antara dua buah kereta bergesel dengan kereta yang berhenti pada mulanya itu sebelum melanggar anggota.

Kereta dipandu wanita itu dipercayai merempuh anggota pengiring pertama manakala sebuah lagi kereta yang bergesel itu pula melanggar anggota pengiring kedua.

Pemandu wanita itu turut mengalami kecederaan dan kini sedang menerima rawatan di Hospital Raja Isteri Pengiran Anak Saleha.

Keadaan kedua-dua anggota pengiring kini dilaporkan stabil di Pusat Perubatan Jerudong Park.

"Saya percaya, wanita itu memandu terlalu laju dan terlalu rapat sehingga tidak cukup masa untuk dia menekan brek," kata anggota pengiring yang cedera dan dirahsiakan identitinya.

Anggota berkenaan sudah menjadi pengiring baginda Sultan Brunei selama 13 tahun dan berasa bertuah kerana hanya patah bahu dan tangan.

Kes ini sedang disiasat pasukan dari Balai Polis Sengkurong.


Sumber : MyNewsHub 
http://kulaanniring.blogspot.com