- SELAMAT MELAYARI BLOG INI SEMOGA KITA MEMPEROLEHI MANFAATNYA DAN HARAP DISEBARLUASKAN KEPADA PEMBACA YANG LAIN PULA BERSESUAIAN DENGAN SABDA RASULULLAH S.A.W "SAMPAIKAN DARIPADAKU WALAUPUN DENGAN SATU AYAT"

Sunday, September 30, 2012







Habib Hasan

 

1
2

 

 

 







CERAMAH USTAZ DARI INDONESIA - Ustad Arifin Ilham



DUNIA JADI HAMBA MANUSIA

SUNNAH

INFAQ

SIRAMAN QALBU

SIRAMAN QALBU

ADAB BERTETANGGA









Orang-orang Yang Dido'akan Oleh Para Malaikat


1
2
3
4
5
6
7
Sebuah artikel yang menarik yang dikutip dari blog yang sangat bermanfaat. Hal-hal kecil yang kita sendiri seharusnya bisa melakukannya disela-sela kehidupan kita semua. Dan tanpa disadari hal-hal kecil tersebut ternyata sangat banyak manfaatnya untuk diri kita dan bisa juga bermanfaat untuk rang lain di sekitar kita.

Semoga dengan mengkutip seluruh isi dari blog tersebut, dapat memberikan amalan baik kepada oarang yang membacanya dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Dan semoga kita bisa termasuk bagian tipe-tipe orang yang akan dijelaskan berikut ini dan kita bisa menyebarkannya kepada orang lain sebagai amal baik kita untuk orang lain. Aamiin.

Berikut ini adalah orang-orang yang selalu dido'akan oleh para Malaikat.

Orang yang tidur dalam keadaan bersuci
 
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”.
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)


Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat
 
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)


Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah
 
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan”
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)


Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf)
 
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf”
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)


Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah
 
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”.
(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)


Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat
 
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’”
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)


Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah
 
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’”
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)


Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan
 
Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’”
(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)


Orang-orang yang berinfak
 
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’”
(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)


Orang yang sedang makan sahur
 
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa “sunnah”
(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)


Orang yang sedang menjenguk orang sakit
 
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh”
(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)


Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain
 
Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”

(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)


Sumber :
Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, Orang-Orang yang Didoakan Malaikat
Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

http://www.fimadani.com/orang-orang-yang-didoakan-para-malaikat/






TIGA TINGKATAN KAUM MUSLIMIN, GOLONGAN MANAKAH KITA?

Oleh

Ustad Muhammad Ashim Musthofa


ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ


Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al-Kitab (Al-Qur`ân) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.[Fâthir/35:31]


AL-QUR`ÂN MERUPAKAN KEBENARAN DARI ALLAH AZZA WA JALLA

Allah Azza wa Jalla mengabarkan bahwa Al-Qur`ân yang diwahyukan kepada Rasul-Nya adalah kebenaran. Itu karena terdapat muatan al-haq di dalamnya. Hingga seolah-olah kebenaran itu hanya terbatas di dalamnya saja. Maka janganlah kalian merasa sempit dengannya. Muatan kebenaran yang terkandung di dalamnya memberikan pengertian bahwa seluruh perkara dan urusan yang telah ditunjukkan olehnya, dalam masalah ilahiyyat (aqidah tentang Allah Azza wa Jalla ), perkara-perkara ghaib dan lainnya akan persis dengan kenyataan yang sebenarnya.

Al-Qur`ân membenarkan kitab-kitab dan para rasul sebelumnya. Para rasul juga telah mengabarkan akan datangnya Al-Qur`ân. Oleh sebab itu, tidak mungkin seseorang beriman kepada kitab-kitab tersebut, akan tetapi mengingkari Al-Qur`ân. Pasalnya, pengingkarannya kepada Al-Qur`ân bertentangan dengan keimanannya kepada kitab-kitab sebelumnya. Bahwa berita tentang Al-Qur`ân telah termuat di dalam kitab-kitab tersebut. Ditambah lagi, keterangan-keterangan kitab-kitab sebelumnya bersesuaian dengan apa yang ada di dalam Al-Qur`ân.


Misalnya, Allah memberi kepada masing-masing umat sesuatu yang sesuai dengan kondisinya. Dalam konteks ini, syariat-syariat yang berlaku pada zaman dulu tidak relevan kecuali untuk masa dan zaman mereka. Oleh karena itu, Allah senantiasa mengutus para rasul, sampai akhirnya ditutup oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dengan aturan syariat yang relevan untuk setiap tempat dan masa. Demikian ringkasan keterangan Syaikh as-Sa'di tentang ayat pertama.[1]


TIGA GOLONGAN KAUM MUSLIMIN


ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan idzin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. [Fâthir/35:32]

Allah Azza wa Jalla mengabarkan betapa agung kemurahan dan kenikmatan-Nya yang telah dicurahkan kepada umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pilihan Allah Azza wa Jalla kepada mereka, lantaran mereka umat yang sempurna dengan akalnya, memiliki pemikiran terbaik, hati yang lunak, dan jiwa yang bersih.[2] Secara khusus, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewariskan kitab yang berisi kebenaran dan hidayah hakiki (Al-Qur`ân) kepada mereka. Kitab suci yang juga telah memuat kandungan al-haq yang ada dalam Injil dan Taurat. Sebab, dua kitab tersebut sudah tidak relevan untuk menjadi hidayah dan pedoman bagi umat manusia, lantaran telah terintervensi oleh campur tangan manusia.[3]


Allah Azza wa Jalla mengklasifikasi orang-orang yang menerima Al-Qur`ân, yaitu kaum muslimin menjadi tiga macam. Golongan pertama disebut zhâlim linafsihi. Golongan kedua disebut muqtashid. Jenis terakhir bergelar sâbiqun bil-khairât. Berikut penjelasan singkatnya.


Golongan Pertama: ظَالِمٌ لِنَفْسِه (zhâlim linafsihi).

Makna zhâlim linafsihi merupakan sebutan bagi orang-orang muslim yang berbuat taqshîr (kurang beramal) dalam sebagian kewajiban, ditambah dengan tindakan beberapa pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan, termasuk dosa-dosa besar.[4] Atau dengan kata lain, orang yang taat kepada Allah Azza wa Jalla , akan tetapi ia juga berbuat maksiat kepada-Nya. Karakter golongan ini tertuang dalam firman Allah Azza wa Jalla berikut:[5]

وَآخَرُونَ اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا عَمَلًا صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ


Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampur-baurkan perkerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [at-Taubah/9: 102].


Golongan Kedua: الْمُقْتَصِدُ (al-muqtashid).

Orang-orang yang termasuk dalam istilah ini, ialah mereka yang taat kepada Allah Azza wa Jalla tanpa melakukan kemaksiatan, namun tidak menjalankan ibadah-ibadah sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla . Juga diperuntukkan bagi orang yang telah mengerjakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan saja. Tidak lebih dari itu.[6] Atau dalam pengertian lain, orang-orang yang telah mengerjakan kewajiban-kewajiban, meninggalkan perbuatan haram, namun diselingi dengan meninggalkan sejumlah amalan sunnah dan melakukan perkara yang makruh.[7]

Golongan Ketiga: سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ (sâbiqun bil-khairât).

Kelompok ini berciri menjalankan kewajiban-kewajiban dari Allah Azza wa Jalla dan menjauhi muharramât (larangan-larangan). Selain itu, keistimewaan yang tidak lepas dari mereka adalah kemauan untuk menjalankan amalan-amalan ketaatan yang bukan wajib untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah Azza wa Jalla.[8] Atau mereka adalah orang-orang yang mengerjakan kewajiban-kewajiban, amalan-amalan sunnah lagi menjauhi dosad-dosa besar dan kecil.[9]

Adalah merupakan sesuatu yang menarik, manakala Imam al-Qurthubi rahimahullah mengetengahkan sekian banyak pendapat ulama berkaitan dengan sifat-sifat tiga golongan di atas. Sheingga bisa dijadikan sebagai cermin dan bahan muhasabah (introspeksi diri) bagi seorang muslim dalam kehidupan sehari-harinya; apakah ia termasuk dalam golongan pertama (paling rendah), tengah-tengah, atau menempati posisi yang terbaik dalam setiap sikap, perkataan dan tindakan.[10]


JANJI BAIK DARI ALLAH AZZA WA JALLA KEPADA TIGA GOLONGAN ITU

Kemudian Allah Azza wa Jalla menjelaskan bahwa Dia Azza wa Jalla menjanjikan Jannatun-Na’im terhadap tiga golongan itu, dan Allah Azza wa Jalla tidak memungkiri janji-Nya. Allah Azza wa Jalla berfirman:

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ


(Bagi mereka) surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. [Fâthir/35:33]


Janji Allah Azza wa Jalla berupa Jannatun-Na’iim kepada semua golongan tersebut, digapai pertama kali – berdasarkan urutan pada ayat – oleh zhâlim linafsih. Hal tersebut menunjukkan bahwa ayat ini termasuk arjâ âyâtil-Qur`ân. Yaitu ayat Al-Qur`ân yang sangat membekaskan sikap optimisme umat yang sangat kuat. Tidak ada satu pun seorang muslim yang keluar dari tiga klasifikasi di atas. Sehingga ayat ini dapat dijadikan sebagai dasar argumentasi bahwa pelaku dosa besar tidak kekal abadi di neraka. Pasalnya, golongan orang kafir dan balasan bagi mereka, secara khusus telah dibicarakan pada ayat-ayat setelahnya [Fâthir/35 ayat 36-37].


Syaikh'Abdul-Muhsin al-Abbâd hafizhahullah berkata tentang ayat di atas: "Allah Azza wa Jalla mengabarkan tentang besarnya kemurahan dan kenikmatan dengan memilih siapa saja yang Dia kehendaki untuk masuk Islam dengan mencakup tiga golongan secara keseluruhan. Setiap orang yang telah memperoleh hidayah Islam dari Allah Azza wa Jalla , maka tempat kembalinya adalah jannah, kendati golongan pertama akan mengalami siksa atas perbuatan kezhaliman yang dilakukan terhadap dirinya sendiri”.[11]


Hal ini sangat berbeda dengan kondisi Ahlul Kitab. Mereka hanya terbagi menjadi dua kelompok, yakni golongan yang muqtashid dalam beramal, dan kedua golongan –yang secara- prosentase, kebanyakan adalah orang-orang yang amalannya buruk. Allah Azza wa Jalla berfirman:


مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ


… Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. [al-Mâ`idah/5:66].


MENGAPA ZHÂLIMUN LINAFSIHI DIDAHULUKAN PENYEBUTANNYA DALAM AYAT?

Mengapa golongan zhâlim linafsihi dikedepankan dalam memperoleh janji Jannatun-Na’iim dibandingkan dua golongan lainnya (al-muqatshid dan sâbiqun bil-khairât), padahal merupakan tingkatan manusia yang terendah dari tiga golongan yang ada?

Para ulama telah mencoba menganalisa penyebabnya. Sebagian ulama berpendapat, supaya golongan pertama itu tidak mengalami keputusasaan dari rahmat Allah Azza wa Jalla , dan golongan sâbiqun bil-khairat tidak silau dan terperdaya dengan amalan sendiri. Sebagian ulama lain menyatakan, alasan mendahulukan golongan zhâlimun linafsihi lantaran mayoritas penghuni surga berasal dari golongan itu. Sebab, orang yang tidak pernah terjerumus dalam perbuatan maksiat jumlahnya sedikit. Ini berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla :


وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ


… Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zhalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih; dan amat sedikitlah mereka ini… [Shâd/38:24]


Secara lebih luas, Imam al-Qurthubi rahimahullah telah memaparkan pendapat-pendapat ulama yang lain dalam kitab tafsirnya.[12]


PELAJARAN DARI AYAT

1. Tingginya kemuliaan umat Muhammad dengan memperoleh anugerah kitab Al-Qur`an yang memuat kebenaran dan hidayah kitab Injil dan Taurat.
2. Luasnya rahmat Allah Azza wa Jalla bagi umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam
3. Kaum muslimin terbagi menjagi tiga tingkatan dalam beramal.
4. Pentingnya berlomba-lomba dalam kebajikan.
5. Orang yang berbuat dosa selain kufur dan syirik tidak kekal di neraka.
6. Penjelasan mengenai kenikmatan penghuni surga. Wallahu a'lam


 http://almanhaj.or.id






Permohonan Ampun Para Malaikat Bagi Orang Yang Tidur Malam Dalam Keadaan Suci (Telah Berwudhu’)

Oleh
Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi


Di antara orang-orang yang berbahagia dengan do’a para Malaikat adalah orang yang tidur malam dalam keadaan suci. Di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah:

1. Al-Imam ath-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

طَهِّّرُوْا هَذِهِ اْلأَجْسَادَ طَهَّرَكُمُ اللهُ، فَإِنَّهُ لَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَبِيْتُ طَاهِرًا إِلاَّ بَاتَ مَعَهُ فِيْ شِعَارِهِ مَلَكٌ، لاَ يَنْقَلِبُ سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ إِلاَّ قَالَ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا.

"Sucikanlah badan-badan kalian, semoga Allah mensucikan kalian, karena tidak ada seorang hamba pun yang tidur malam dalam keadaan suci melainkan satu Malaikat akan bersamanya di dalam syi’aar [1], tidak satu saat pun dia membalikkan badannya melainkan satu Malaikat akan berkata: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini, karena ia tidur malam dalam keadaan suci.’” [2]

2. Al-Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anuma, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلاَنٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا.

"Barangsiapa yang tidur dalam kedaan suci, maka Malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dan tidaklah ia bangun melainkan Malaikat berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena ia tidur dalam keadaan suci.’” [3]

Imam Ibnu Hibban mengawali hadits ini dengan judul: “Permohonan Ampun Para Malaikat Bagi Orang yang Tidur Malam dalam Keadaan Suci ketika Dia Bangun Tidur.”

Di antara kandungan yang dapat kita petik dari kedua hadits di atas adalah:

Pertama : Malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Sungguh teman yang paling baik dan paling mulia, seandainya balasan untuk orang yang tidur dalam kedaan suci hanya itu saja, maka hal tersebut tentu sudah cukup.

Kedua : Malaikat yang diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala memohon ampunan kepada-Nya setiap ia membalikkan badannya pada malam hari dan ketika ia bangun dari tidurnya.

Allaahu Akbar! Sebuah amal yang sangat mudah dilakukan, tetapi balasannya sangatlah besar!

Dan bukan ini saja, bahkan ada riwayat lain yang menunjukkan keutamaan orang yang tidur malam dalam keadaan bersuci. Demikianlah yang diriwayatkan oleh dua Imam, yaitu Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud dari Sahabat Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَبِيْتُ عَلَى ذِكْرٍ طَاهِرًا فَيَتَعَارُّ مِنَ اللَّيْلِ فَيَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنَ الدُّنْياَ وَاْلآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِياَّهُ.

“Tidaklah seorang muslim bermalam dalam keadaan berdzikir kepada Allah dan dalam keadaan suci, lalu ia bangun [4] pada suatu malam dan berdo’a memohon kebaikan dunia atau akhirat kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya.” [5]

Dari hadits tersebut dapat difahami bahwa tidur dalam keadaan suci termasuk di antara sebab sebuah do’a dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena ash-Shaadiqul Mashduuq (orang yang benar dan dibenarkan) yang berbicara dengan wahyu, yaitu Nabi kita yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan bahwa orang yang tidur dalam keadaan suci dan berdzikir lalu ia bangun dan memohon kebaikan dunia atau akhirat, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengabulkan permohonannya tersebut.

Semoga Allah Ta’ala berkenan menjadikan kita semua termasuk ke dalam golongan ini. Kabulkanlah wahai Rabb Yang Mahaagung lagi Mahamulia.

[Disalin dari buku Man Tushallii ‘alaihimul Malaa-ikatu wa Man Tal‘anuhum, Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi, Judul dalam Bahasa Indonesia: Orang-Orang Yang Di Do'akan Malaikat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]

_______http://almanhaj.or.id






Dakwah Utama Kita Adalah Mengajak Orang Yang Bukan Islam Kepada Agama Islam

by Abu Basyer on Sunday, September 30, 2012 ·
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Mengucap dua kalimah syahadah merupakan salah satu daripada lima Rukun Islam. Apabila dinyatakan dengan kuat secara ikhlas, seseorang itu secara rasmi dianggap mengisytiharkan diri sebagai penganut baru Islam.

 لا إله إلا الله محمد رسول الله

La ilaha illallahu Muhammadun Rasulullah.

Bermaksud :"Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah pesuruh Allah.”

Pengucapan syahadah secara jujur, dalam bahasa arab, di hadapan dua orang saksi muslim, adalah cukup untuk seorang menjadi seorang Islam.

Bagi seseorang yang bukan Islam mengucapkannya beserta kepercayaan di dalam hati, maka terpelihara diri, harta dan nyawa seperti orang Islam.

Syarat bagi sahnya syahadah adalah:

1. Tertib lafaz syahadah seperti yang dinyatakan.

2. Melafazkan kedua-dua kalimah syahadah dengan berturut-turut (tanpa diselangi perbuatan lain)

3. Mamahami makna kedua-duanya.

4. Mendustakan perkara yang menyalahi atau bertentangan dengan maksud syahadah.

5. Menggunakan perkataan "asyhadu" (ﺃَﺷْﻬَﺪُ) pada keduanya.Tidak syak atau ragu-ragu akan kedua-duanya.

Setelah seseorang mengucapkan syahadah maka wajib bagi beliau menunaikan hak kalimah. Hak kalimah adalah untuk disebarkan kepada mereka yang tidak mengucapkan kalimah ini (orang bukan Islam) dengan menerangkan kepada mereka maksud kalimah iaitu Tiada Tuhan selain Allah, Tiada yang Berkuasa selain Allah, Tiada yang beri faedah dan bahaya selain Allah dan Muhammad SAW  itu pesuruh Allah sehingga mereka yakin dan tanpa paksaan mereka mengucap syahadah. Inilah dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat sebelum datang perintah solat dan perintah-perintah yang lain.

Dakwah bermaksud untuk menyatakan dan  menyampaikan kebenaran. Allah SWT telah memerintahkan kita untuk menyatakan atau menyampaikan  kalimah syahadah kepada mereka yang belum mengucapkan kalimah mulia ini.

Ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Sesungguhnya Akulah Allah, tiada Tuhan yang sebenarnya berhak disembah kecuali Aku. Rahmat-Ku sudah mendahului kemurkaan-Ku. Barang sesiapa yang naik saksi bahawa tiada Tuhan yang sebenarnya berhak disembah kecuali Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya, nescaya ia berhak mendapat syurga.”  (Hadis riwayat al-Daimali).

Melaksanakan kerja-kerja dakwah adalah perintah pertama Allah SWT dan itu adalah yang paling mudah untuk dilakukan. Satu-satunya prasyarat untuk melakukan dakwah, ialah memahami maksud yang terkandung di dalam kalimah ini. Ia tidak memiliki prasyarat lain selain mengetahui tujuan dan fungsi kalimah syahadah. Seseorang selepas membaca kalimah ini  mempunyai tanggungjawab untuk menyampaikannya  kepada orang lain yang belum mengucapkan kalimah syahadah ini.

Nabi Muhammad SAW mengatakan dalam satu hadis yang bermaksud, "Sampaikan dariku walaupun  hanya satu ayat". (Hadis Riwayat Bukhari).

Perintah pertama Allah adalah untuk menyampaikan kalimah syahadah kepada mereka yang belum menerima kalimah ini. Inilah tugas dan amanah yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat semasa mereka mengajak kaumnya , ahli keluarga dan sahabat handai untuk menerima dan yakin kepada kalimah syahadah.

Sahabat yang dimuliakan,
Ramai di kalangan umat Islam merasakan bahawa tugas menyampaikan dakwah kepada orang bukan Islam adalah tanggungjawab Jabatan Agama, Pendakwah Bebas, NGO Islam, PERKIM dan para ulama sahaja sedangkan mereka berpeluk tubuh tidak membuat apa-apa kerja dakwah, itulah sebabnya kenapa orang Cina (beragama budha) dan orang India (beragama hindu) tinggal sekampung dengan masyarakat Islam (melayu) tidak faham agama Islam. Mereka hanya tahu bahawa orang Islam tidak makan daging khinzir, tidak minum arak dan berkhatan, tidak lebih daripada itu.

Umat Islam perlu kepada anjakan paradigma iaitu berubah daripada takuk lama kepada kefahaman Islam yang syumul, lengkap dan sempurna. Islam bukan agama ritual semata-mata tetapi Islam bersifat dinamik dan prograsif dan membawa kebaikan untuk seluruh alam. Jika Islam dihayati dan di amalkan sepenuhnya ianya membawa kemaslahatan dan kebaikan samaada kepada manusia, haiwan dan tumbuh-tumbuhan.

Jika kita berdiam diri tidak berdakwah kepada orang bukan Islam samaada mereka sebagai jiran sekampung/se taman (perumahan), rakan pejabat atau pelangan kita dalam urusan harian tidak pernah kita mengajak kepada Islam kita bimbang mereka akan dakwa kita di akhirat nanti. Apabila mereka ditanya kenapa mereka tidak beriman kepada Allah dan Rasulullah SAW dan tidak mengambil Islam sebagai agama, mereka akan berkata bahawa mereka tidak pernah diajak kepada Islam oleh jiran dan rakan-rakan mereka yang muslim yang tinggal sekampung / setaman atau sepejabat. Adakah ketika ini kita mempunyai alasan untuk menafikannya?

Memang benar hidayah dan taufik itu hak Allah SWT, Dia akan memberikannya kepada sesiapa sahaja yang dikehendaki-Nya tetapi tugas dakwah adalah tanggungjawab kita semua. Kita akan terlepas dari memberi alasan jika kita berdakwah dan mengalas tanggungjawab ini kerana kita tidak di tanya kenapa mereka tak mahu terima Islam.

Sahabat yang dihormati,
Allah SWT akan memberikan pahala yang besar kepada kita semua jika dengan izin-Nya, orang yang bukan Islam menerima hidayah dan taufik di sebabkan usaha-usaha kita.

Rasulullah SAW  bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثاَمِهِمْ شَيْئًا

Maksudnya : “Barang siapa mengajak kepada hidayah maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa mereka.”
(Hadis diriwayatkan oleh Muslim (8/62), Abu Dawud (2/262), at-Tirmidzi (2/112), ad-Darimi (1/126—127), Ibnu Majah (1/91), dan Ahmad (2/397) (Al-Albani berkata tentang hadis ini dalam as-Silsilah ash-Shahihah (2/548).

Dalam hadis yang lain Nabi SAW bersabda maksudnya : "Demi Allah! Jika Allah memberikan hidayah (kepada) seseorang dengan perantara dakwahmu, itu lebih baik bagimu dari seekor unta merah" (Hadis  riwayat Bukhari dan Muslim)

Berdakwah dan menyampaikan kebenaran Islam kepada sesiapa sahaja samaada orang Islam dan bukan Islam adalah merupakan pintu-pintu kebaikan dan peluang-peluang pelaburan yang besar untuk hari akhirat . Jika kita berfikir bagaimana ingin menjana pendapatan di dunia maka kita juga jangan lupa bagaimana untuk menjana pendapatan dan keuntungan di akhirat. Jika boleh lebihkan untuk akhirat berbanding untuk dunia.

Sabda Nabi SAW yang bermaksud : “Sesungguhnya ada di antara manusia, orang-orang yang menjadi kunci-kunci kebaikan, penutup-penutup keburukan. Dan ada juga sebagian orang yang menjadi kunci-kunci keburukan, penutup-penutup kebaikan. Maka beruntunglah orang yang Allah jadikan sebagai pembuka pintu kebaikan, dan sungguh celakalah orang yang Allah jadikan dia sebagai pembuka pintu keburukan." (Hadis Riwayat Ibnu Majah, dihasankan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah [1332])

Sahabat yang dikasihi,
Marilah kita sama-sama kita berusaha untuk melengkapkan diri kita untuk menjadi pendakwah Islam berkualiti dengan meningkatkan ilmu dan kefahaman Islam, kemudian pada masa yang sama kita sampaikan Islam walaupun satu ayat atau nasihat yang baik kepada sesiapa sahaja yang berada disekeliling kita samaada ahli keluarga, jiran tetangga , rakan-rakan Islam dan khususnya orang bukan Islam dan masyarakat seluruhnya.

Ingatlah seorang Pegawai Pemasaran yang bijak akan menggunakan sedikit modal, 'work smart' dan mendapat untung besar . Begitu juga pendakwah yang bijak akan mencari jalan-jalan dakwah yang nampak kecil (seperti berdakwah kepada orang bukan Islam) tetapi mempunyai nilai pahala yang besar di sisi Allah SWT. Bayangkan jika seseorang terima Islam (dengan izin Allah) kerana usaha kita pahala yang dibuat oleh orang tersebut hingga keseluruhan keturunannya hingga hari kiamat kita akan mendapat sahamnya (seperti multi level marketing).






Lelaki Thailand Ini Yang Berkahwin Dengan Mayat Teman Wanitanya
Lelaki Thailand Ini Yang Berkahwin Dengan Mayat Teman Wanitanya - Ini manusia, yang namanya adalah Chadil Deffy, berpakaian sut dan topi hitam, beliau berkahwin dengan teman wanitanya Ann beberapa hari yang lalu.

Semua ini tidak akan menjadi lucu jika ia tidak berkahwin Chadil datang dengan apa-apa yang kurang daripada tubuh teman wanita beliau, yang meninggal dunia dalam kemalangan jalan raya. Beliau berkata beliau membuat acara ini penting untuk menyatukan jiwa mereka di akhirat dalam satu majlis di mana pengantin perempuan berpakaian isteri meletakkan.

“Cinta kami adalah sesuatu yang besar, tetapi maaf kita tidak boleh bergerak kembali ke masa dan mengubahnya. Hidup ini singkat, saya memenuhi keinginan saya hari ini dan saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir, “kata pengantin di majlis muram.

Chadil Deffy menghantar jemputan kepada setiap orang yang anda tahu melalui halaman Facebook anda untuk acara itu, yang berlaku empat hari selepas kemalangan itu. Imej Link jahat telah ditunjukkan di televisyen Thai, manakala beribu-ribu dan beribu-ribu orang telah melihat dan komen bertulis melalui laman Chadil peribadi (facebook.com / chadildeffy).

Apakah yang necrophilia atau demonstrasi cinta bahawa kematian tidak dielakkan? Apa yang anda fikir?
Lelaki Thailand Ini Yang Berkahwin Dengan Mayat Teman Wanitanya
Lelaki Thailand Ini Yang Berkahwin Dengan Mayat Teman Wanitanya
Lelaki Thailand Ini Yang Berkahwin Dengan Mayat Teman Wanitanya
Lelaki Thailand Ini Yang Berkahwin Dengan Mayat Teman Wanitanya
Lelaki Thailand Ini Yang Berkahwin Dengan Mayat Teman Wanitanyahttp://www.maklumat.my










drink water immediately after waking up every morning


Furthermore, scientific tests have proven its value. We publish below a description of use of water for our readers.


For old and serious diseases as well as modern illnesses the water treatment had been found successful by a Japanese medical society as a 100% cure for the following diseases:


Headache, body ache, heart system, arthritis, fast heart beat, epilepsy, excess fatness, bronchitis asthma, TB, meningitis, kidney and urine diseases, vomiting, gastritis, diarrhea, piles, diabetes, constipation, all eye diseases, womb, cancer and menstrual disorders,

ear nose and throat diseases.


METHOD OF TREATMENT:


1. As you wake up in the morning before brushing teeth, drink 4 x 160ml glasses of water


2. Brush and clean the mouth but do not eat or drink anything for 45 minute


3.. After 45 minutes you may eat and drink as normal.


4. After 15 minutes of breakfast, lunch and dinner do not eat or drink anything for 2 hours


5. Those who are old or sick and are unable to drink 4 glasses of water at the beginning may commence by taking little water and gradually increase it to 4 glasses per day.


6. The above method of treatment will cure diseases of the sick and others can enjoy a healthy life.


The following list gives the number of days of treatment required to cure/control/reduce main diseases:


1. High Blood Pressure (30 days)


2. Gastric (10 days)


3. Diabetes (30 days)


4. Constipation (10 days)


5. Cancer (180 days)


6. TB (90 days)


7. Arthritis patients should follow the above treatment only for 3 days in the 1st week, and from 2nd week onwards – daily..


This treatment method has no side effects, however at the commencement of treatment you may have to urinate a few times.

It is better if we continue this and make this procedure as a routine work in our life. Drink Water and Stay healthy and Active.

This makes sense .. The Chinese and Japanese drink hot tea with their meals ..not cold water. Maybe it is time we adopt their drinking habit while eating!!! Nothing to lose, everything to gain…

For those who like to drink cold water, this article is applicable to you.

It is nice to have a cup of cold drink after a meal. However, the cold water will solidify the oily stuff that you have just consumed. It will slow down the digestion.


Once this ‘sludge’ reacts with the acid, it will break down and be absorbed by the intestine faster than the solid food. It will line the intestine.

Very soon, this will turn into fats and lead to cancer. It is best to drink hot soup or warm water after a meal.


A serious note about heart attacks:


· Women should know that not every heart attack symptom is going to be the left arm hurting,


· Be aware of intense pain in the jaw line.


· You may never have the first chest pain during the course of a heart attack.


· Nausea and intense sweating are also common symptoms.


· 60% of people who have a heart attack while they are asleep do not wake up.


· Pain in the jaw can wake you from a sound sleep. Let’s be careful and be aware. The more we know, the better chance we could survive…


A cardiologist says if everyone who gets this mail sends it to everyone they know, you can be sure that we’ll save at least one life.


In'Sha'Allah








HUKUM LELAKI MEMAKAI GELANG MAGNETIK

Oleh Ustaz Zainuddin Hashim


Kejahilan dan kedangkalan utk tidak mendalami ilmu agama boleh menyebabkan seseorang itu terikut-ikut dengan tindakan, penampilan cara hidup orang kafir.


Musuh Islam merancang termasuk dalam bidang perubatan agar orang Islam terjebak untuk menerima cara yang diperkenalkan. Sebagai contoh mereka menciptakan alat bagi mengurangkan tekanan darah dalam bentuk gelang tangan, bagi orang Islam yang tipis imannya akan menerimanya sebagai satu kaedah perubatan terkini.


Hakikatnya banyak cara lain yang boelh di gunakan, tetapi kerana memakai gelang itu adalah dilarang untuk dipakai oleh lelaki Muslim, maka itulah cara terbaik diperkenalkan oleh musuh agar Muslim dilaknat oleh Allah s.w.t.,apabila dilaknat mereka tidak akan menjadi umat yang kuat untuk menghadapi kemaraan musuh mereka.


Larangan memakai gelang tangan wlpun untuk tujuan kesihatan, telah ditegaskan oleh Rasullulah s.a.w .: Hadis Imran bin Hussein r.a., bahawasanya Rasullulah s.a.w. telah melihat pergelangan tangan seorang lelaki yang memakai gelang yang diperbuat daripada tembaga, maka baginda bertanya kepada lelaki berkenaan.

"Apakah bendanya ini"?Lelaki itu berkata,"Ia adalah gelang perubatan". Rasullulalah bersabda,"Sesungguhnya benda itu tidak memberi apa-apa(faedah wlpun utk tujuan perubatan),buangkan benda itu drp. diri anda, jika sekiranya anda mati dan benda itu ada pada diri anda, maka anda tidak akan berjaya (selamat) untuk selama-lamanya." Hadis Sahih yg ke-19,885 Riwayat Imam Ahmad.


Pemakaian gelang pada hari ini, melibatkan ustaz2,pegawai2 kerajaan, menteri2 bahkan perdana menteri sekali pun...sesungguhnya mereka semua telah tertipu dengan perancangan musuh yang mahu menghancurkan pegangan akidah umat Islam.


Di Malaysia trend ini bermula di mana gelang hitam diberikan sebagai hadiah orang yang baru balik dari Mekah.Sekarang ini dibenarkan oleh Tabung Haji kepada jemaah haji apabila berada di Tanah Suci supaya faktor mudah di kenali atau sebarang kes hilang , kemalangan dsb.


Jenis-jenis gelang yang di haramkan bagi lelaki:-

1) Gelang Kayu koka

2) Gelang Kristal

3) Gelang Tasbih

4) Gelang Getah plastik

5) Gelang Besi magnet

6) Gelang Besi Tabung Haji (apabila berada di Malaysia)


Jenis2 gelang yang diharuskan:-

1) Gelang pesakit semasa berada di hospital (di tanda nama pesakit dan wad)

2) Gelang pesalah/penjenayah (dipakai oleh penjenayah yg telah di tangkap polis)

3) Gelang kaki bagi pesakit gila/jiwa.


Sekiranya ada yang hendak pakai sangat, maka dia hendaklah berusaha menjadi salah satu daripada 3 golongan ini.


wallhualam.





Lupa Tuhan Lantas Lupa Diri



  by Abu Saif
2897.JPG
“Beli 1 dapat 10!!!” sehelai kain bidang dibentang seluas-luasnya.
Bukan hanya kain bidang, malah semua orang memperkatakannya. “Talk of the town” kata orang putih.

Sebuah pasar raya membuat tawaran yang amat hebat. Bertaraf mega, bahawa apa sahaja barang yang dibeli di pasar raya itu, belian 1 akan diberi 10. 
Bukan sahaja beli 1 dapat 10, malah jalan raya ke pasar raya itu telah diturap elok. Semua simpang lain telah dikenakan road block. Lebih dari itu, kedai-kedai lain juga ditutup. Semuanya demi memudahkan kita pergi mendapatkan tawaran mega itu iaitu beli 1 dapat 10.

Dengan pelbagai cabutan bertuah yang ada, anda mungkin dapat lebih dari 10. Ada hari istimewa di hujung-hujung mega sale itu, anda boleh dapat 1000! Ya, melampau sungguh tawaran itu. Hanya pasar raya yang maha untung dan kaya sahaja mampu menawarkan pakej sehebat ini.

Tiba-tiba, anda buat tidak peduli sahaja. Melangut duduk di rumah dan hanya memekakkan telinga dan membutakan mata daripada mendengar dan melihat keghairahan orang lain berjalan, berlari, berkereta dan mungkin ada yang sampai merangkak untuk ke pasar raya berkenaan. Macam tak ada apa-apa yang berlaku.

Maknanya, anda memang tak teringin langsung dengan apa yang ditawarkan. Tak ada hati langsung… tak ada kena mengena langsung!

RAMADHAN

Rasulullah saw bersabda, ”Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia memperoleh satu kebaikan, dan satu kebaikan berlipat sepuluh kali. Aku tidak katakana alif lam mim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Bukan sahaja begitu, malah Lailatul Qadar juga harus dilihat sebagai kemuncaknya.

Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan” [Al-Qadr 97.3]
Sudahlah Allah berjanji begitu, dipermudahkan pula segala jalan untuk merebutnya.


Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: “Apabila tiba Ramadhan, maka pintu rahmat akan dibuka, pintu neraka Jahannam akan ditutup, dan syaitan akan ditambat
 
TIBA-TIBA

Tiba-tiba kita buat tidak tahu sahaja. Macam tiada apa-apa yang berlaku. Tidak teringin nak menambah amal. Tidak tergerak untuk meninggalkan kejahatan. Dosa, pahala, Syurga, Neraka, memang tak menarik langsung untuk diberi perhatian.

Maknanya memang seseorang yang tidak mempedulikan Ramadhan, tak ingin langsung dengan apa-apa yang ada di sisi Tuhan. Tak peduli dan langsung tidak mahu mengambil tahu. Sungguh orang seperti ini tiada kena mengena dengan Allah SWT!

Pinggan tak retak, nasi tak dingin,
Allah tak hendak, dia pun tak ingin!
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang telah melupakan Allah, lalu Allah menjadikan mereka melupakan diri mereka. Mereka itulah orang-orang yang fasiq (derhaka). Tidaklah sama ahli Neraka dan ahli Syurga; ahli Syurgalah orang-orang yang beroleh kemenangan [Al-Hashr 59 : 19-20]
ABU SAIF @ www.saifulislam.com
68000 AMPANG
 http://saifulislam.com










Larangan Bertudung: Lebih British Daripada Britain




  by Abu Saif
Gambar hiasan
“Ustaz, apakah boleh dikira darurat untuk kami hadir ke gereja bagi upacara menghormati mayat kegunaan kelas anatomi?” tanya sekumpulan pelajar NUI Galway.
“Dah jauh benar soalan itu pergi” saya membalas.
“Jauh macam mana ustaz?” salah seorang mereka meminta penjelasan.
“Tidak perlu sampai mahu menggunakan peruntukan darurat. Mungkin kehadiran antum ke majlis itu tidak perlu pun. Asalkan kalian ada keberanian membawa isu ini ke perbincangan,” saya menjawab.
“Hmm!” keluh si anak muda. Dalam fikirannya.
“Sudah dibawa ke perbincangan?” saya mahukan kepastian.
“Belum” kata si penyoal tadi.
“Ustaz yakin, kalau antum bawa isu ini kepada perbincangan tentu ada penyelesaian yang lebih baik. Kita tidak hadir ke gereja itu bukan kerana tidak menghormati mayat, tetapi kerana ia adalah ritual agama, maka Islam menegah kita menyertainya. Kita menghormati mayat itu dalam bentuk kita sendiri. Aurat mayat dijaga. Cucuk-cucuk dibuat dengan tertib dan tidak mempersendakan apa-apa yang ‘tidak kena’ dengan mayat. Itu patut dijelaskan,” saya memberi cadangan.
“Betul juga” katanya.

CATATAN DI BUMI EROPAH

Lama dahulu, semasa saya bermastautin di Galway, Republic of Ireland, sekumpulan pelajar Malaysia di bidang perubatan National University of Ireland Galway (NUIG) meminta pandangan saya tentang masalah yang mereka hadapi. Para pelajar ini dikehendaki hadir ke sermon yang diadakan di gereja khusus untuk memberikan penghormatan kepada mayat-mayat yang digunakan di dalam pengajian mereka.

Selalunya, saya akan mencadangkan kepada para pelajar agar mereka bertindak proaktif, memanfaatkan profesionalisma masyarakat Barat dalam Kebebasan Beragama. Biasanya, jika hal ini dibincangkan secara baik dan kita pula membuat sedikit homework untuk menyediakan kertas kerja yang boleh dirujuk, permintaan untuk dikecualikan daripada majlis keagamaan Kristian tertentu tidak menjadi masalah.

Itulah khasiatnya bersikap proaktif.
Jangan reaktif, melatah atau bertindak melulu.
Sama juga dengan isu tuntutan memakai tudung di dalam bilik pembedahan oleh pelajar perubatan Muslimah. Andai timbul sebarang isu, selalunya ia selesai dengan perbincangan.

CATATAN DI TANAHAIR

Akan tetapi, keadaan yang sama ada perbezaannya di tanahair kita, Malaysia.

Saya berperasaan yang bercampur aduk di antara sedih dan marah apabila sering didatangi oleh mahasiswa dan mahasiswi yang terhalang daripada melaksanakan tuntutan asas mereka sebagai Muslim tatkala menuntut di universiti tempatan.

Pelajar perubatan dan pelajar kejururawatan sering terbelenggu oleh dilema larangan pihak universiti daripada pelajar perempuannya memakai tudung atau memakai baju lengan panjang. Alasan yang diberikan sangat tipikal. Seperti biasa, tudung dan baju lengan panjang dikaitkan dengan sumber jangkitan, tidak praktikal dan alasan-alasan yang seumpama dengannya.

Kesemua alasan itu bukan tiada jalan keluarnya.

Namun, apa yang menimbulkan kedukacitaan ialah apabila pihak kolej atau universiti bersikap lebih British daripada Britain bilamana mereka memberikan kata dua kepada pelajar bahawa pihak kolej atau universiti TIDAK AKAN SEKALI-KALI meminda polisi melarang pemakaian tudung tersebut.

Semua orang faham, bahawa sehingga tahun 2009 ini, ramai tenaga pengajar dari kalangan pensyarah kolej dan universiti mempunyai latar belakang pendidikan dan latihan yang sangat British Oriented. Britain yang sekular itu mungkin sudah terlupa bagaimana bidang kejururawatan dikendalikan oleh Catholic Nuns yang rata-ratanya bertudung tanpa sebarang masalah yang terbit daripada pemilihan pakaian mereka. Akan tetapi, para senior yang berpendidikan British ini mungkin sudah tidak mengikuti perkembangan semasa di Britain, bahawa persoalan aurat yang merupakan perintah Allah ini bukan lagi suatu taboo malah ia boleh diuruskan dengan baik secara win-win situation.

Sudah tentu, apa yang kita maksudkan di sini adalah pemakaian tudung kepala dan baju lengan panjang sebagai tuntutan asas dalam agama. Ada pun pemakaian purdah menutup muka doktor atau jururawat ketika berurusan dengan pesakit, ia adalah isu lain yang tiada kena mengena dengan persoalan asas ini.

LEMAH SEMANGAT

Ada pelajar yang patah semangat untuk belajar dan mahu berhenti sahaja.

Akan tetapi saya cuba memujuk mereka agar tidak mengalah. Sebaliknya usahakan perbincangan selagi ada ruang untuk isu ini diperbincangkan. Kita tiada medan getir seperti perjuangan srikandi Islam di era Khadijah atau Khansa’. Justeru terimalah sedikit kesusahan ini sebagai sebahagian daripada perjuangan. Biar pun agak mengaibkan untuk berfikir, kita terpaksa berjuang di Malaysia untuk mendapat kebenaran bertudung!

Saya sarankan mereka bertindak mengusulkan perbincangan. Nyatakan dalam bahasa yang profesional, kedudukan tudung di dalam Islam, bagaimanakah saranan anda untuk mengatasi kekhuatiran faktor kebersihan tudung sama ada di pihak anda, atau di pihak universiti dan hospital, dengan kata kuncinya, PROAKTIF. Buat sedikit kaji selidik dengan meneliti integriti dan kompetensi doktor atau jururawat bertudung di pusat-pusat rawatan yang memberikan kebebasan bertudung ini di dalam dan luar negara. Analisa sejauh mana benarnya dakwaan tudung sebagai suatu ancaman kepada profesionalisma perkhidmatan kesihatan.

Namun, jika pihak kolej atau universiti berdegil, bersikap tertutup dan enggan membuka meja rundingan, saya cadangkan agar kes ini diajukan ke badan-badan bebas untuk dinilai daripada aspek perundangan.

Apakah pihak kolej dan universiti mempunyai HAK  untuk menyekat pelajarnya bertudung di sisi Perlembagaan Negara. Khidmat nasihat boleh diperolehi  daripada Persatuan Pengguna Islam Malaysia (PPIM), Persatuan Peguam Syarie Malaysia (PGSM) atau mungkin badan seperti Pertubuhan Amal Perubatan Ibnu Sina Malaysia (PAPISMA) dan Persatuan Perubatan Islam Malaysia (PPIM).

Jika perlu, kes ini juga wajar dibawa ke Parlimen melalui wakil-wakil rakyat kerana perbuatan menyekat pelajar daripada mengamalkan tuntutan asas agama mereka adalah jenayah yang amat serius, bertentangan dengan semangat Islam sebagai agama rasmi di Malaysia serta mencabuli hak kebebasan beragama.

UNIVERSITI HARAM

Seandainya tiada perubahan berlaku, saya kira ada kewajaran untuk universiti, kolej universiti dan kolej sama ada pusat pengajian tinggi awam mahu pun swasta yang menawarkan kursus-kursus kritikal ini dilabelkan sebagai UNIVERSITI HALAL atau UNIVERSITI HARAM, sebagai panduan kepada orang ramai. Universiti yang mempunyai polisi mencabut tudung pelajarnya biar atas nama apa sekali pun, harus dilabelkan HARAM bagi Muslim menghantar anak mereka ke situ.

Islamophobia bukan hanya penyakit di Eropah.

Di tanah bekas jajahan British ini juga, ada sindrom lebih British daripada Britain.

Suatu kemalangan ke atas umat!
ABU SAIF @ www.saifulislam.com
68000 AMPANG
 http://saifulislam.com