Berlindung dari fitnah hidup


 Dunia dengan segala isinya adalah fitnah yang banyak menipu manusia. Dan Rasulullah s.a.w., telah memberikan peringatan kepada umatnya dalam berbagai kesempatan, baginda bersabda dalam hadisnya: Dari Abu Said Al-Khudri ra dari Nabi s.a.w bersabda: ”Sesungguhnya dunia itu manis dan lezat, dan sesungguhnya Allah menitipkannya padamu, kemudian melihat bagaimana kamu menggunakannya. Maka hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah pertama yang menimpa bani Israel disebabkan wanita”(Hadis Riwayat  Muslim)

Secara umum fitnah kehidupan dunia dapat dikategorikan menjadi tiga ta, iaitu: wanita, harta dan tahta (kekuasaan)

1
2
3
4
 
Fitnah Wanita

Dahsyatnya fitnah wanita telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Bahkan surah ‘Ali Imran 14 menempatkan wanita sebagai urutan pertama yang banyak dicintai oleh manusia dan pada saat yang sama menjadi fitnah yang paling berbahaya untuk manusia. Rasulullah s.a.w bersabda, "Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih besar bagi kaum lelaki melebihi fitnah wanita” (HR Bukhari dan Muslim).

Fitnah Harta

Fitnah dunia termasuk bentuk fitnah yang sangat dahsyat yang dikhawatirkan Rasulullah s.a.w. Baginda bersabda maksudnya : ”Berikanlah kabar gembira dan harapan apa yang menyenangkan kalian, demi Allah bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan padamu tetapi aku takut dibukanya dunia untukmu sebagaimana telah dibuka bagi orang-orang sebelummu dan kalian akan berlumba-lumba mendapatkannya sebagaimana mereka berlumba-lumba, dan akan menghancurkanmu sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Fitnah Tahta (Kekuasaan)

Fitnah kekuasaan ini juga dapat menimpa gerakan dakwah dan memang telah banyak menimpa gerakan dakwah. Para ahli gerakan dakwah termasuk para pemimpin gerakan dakwah adalah manusia biasa yang tidak maksum dan tidak terbebas dari dosa dan fitnah. Yang terbebas dari fitnah dan kesalahan adalah manhaj Islam. Sehingga fitnah kekuasaan dapat menimpa mereka kecuali yang dirahmati Allah. Kecintaan untuk terus memimpin dan berkuasa baik dalam organisasi maupun dalam pentadbiran di dalam masyarakat.

Fitnah kekuasaan yang paling dahsyat menimpa aktivis dakwah adalah perpecahan, saling menjatuhkan, saling memfitnah bahkan saling membunuh. Dan semua itu pernah terjadi dalam sejarah Islam. Semoga kita semua diselamatkan dari semua bentuk fitnah ini.

Untuk mengantisipasi semua bentuk fitnah dunia ini, maka kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan berlindung dari keburukan fitnah dunia. Mengukuhkan peribadi kita sehingga menjadi jiwa rabbani bukan jiwa maadi (materialis) dan juga bukan jiwa rahbani yang suka berpuak-puak. Disamping itu kita harus mengukuhkan pemahaman kita tentang hakikat dunia, risalah manusia dan keyakinan tentang hisab dan hari akhir.
  
Rasulullah saw bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” (Hadis Riwayat Bukhari dari Ibnu Umar)

Manusia diciptakan Allah sebagai pemimpin yang harus memakmurkan bumi. Maka mereka harus menguasai dunia atau harta bukan dikuasai oleh harta. Sebagaimana doa yang diungkapkan oleh Abu Bakar r.a., ”Ya Allah jadikanlah dunia di tanganku, bukan masuk ke dalam hatiku.” Seperti itulah seharusnya seorang pemimpin. Memberi teladan tentang pengorbanan yang menyeluruh dengan segala harta yang dimiliki, bukan malah memberi contoh tauladan kepada pengikutnya dengan kenderaan dan rumah yang sederhana dan tidak bermewah-mewah seperti yang ditunjukkan oleh Khalifah ar-Rasyidin.

Comments

Popular posts from this blog