"Jadilah Pengantin Baru Seumur Hidup"
Allah berfirman :
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُواْ مَا كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ
"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu, mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, kerana itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu". (QS. Al-Baqarah [2]:187)
Ayat tersebut di atas adalah ayat popular yang sering dibaca, dikutip dan dikaji ketika akan datang dan selama bulan Ramadhan. Ayat tersebut menerangkan tentang beberapa aturan ketika berada di bulan Ramadhan. Salah satu aturan tersebut adalah dihalalkannya seorang suami melakukan hubungan badan dengan isterinya pada bila-bila masa pun di sepanjang malam hingga terbit fajar. Sebelum ayat ini turun, batas akhir boleh menggauli isteri adalah masuk waktu Isya' atau saat tidur sebelum masuk waktu Isya'. Tentu ini sangat berat bagi para sahabat Rasulullah, dan tentu juga bagi siapa saja. Oleh kerana itu Allah menurunkan ayat tersebut.
Yang menjadi fokus dalam tulisan ini adalah kata “Libas” yang tersebut dalam ayat tersebut. Dalam ayat tersebut Allah menyebut bahwa suami adalah "Libas" bagi isterinya dan isteri juga adalah "Libas" bagi suaminya. Kata “Libas” memberi erti Penutup Tubuh (pakaian), pergaulan, ketenangan, ketenteraman, kesenangan, kegembiraan dan kenikmatan.
Penutup Aib dan Perhiasan
Fungsi pakaian adalah untuk menutup aurat tubuh (lihat Surah Al A'raf ayat:26). Suami isteri adalah pakaian bagi pasangannya. Dengan demikian, suami isteri adalah penutup "aurat" bagi pasangannya. Fungsi pakaian juga sebagai perhiasan (lihat Surah Al A'raf ayat:26). Perhiasan adalah sesuatu yang indah dan berharga. Dengan memiliki dan atau memandang perhiasan mendatangkan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan. Suami adalah perhiasan bagi isterinya dan isteri adalah perhiasan bagi suami. Suami indah dilihat isteri dan juga sebaliknya. Suami merasa berharga bagi isterinya, dan pada saat yang sama suami menghargai isterinya. Demikian pula sebaliknya.
Allah berfirman : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (syurga).” (QS. Ali Imran [3]:14)
Sumber Ketenteraman dan Kesenangan
Suami adalah sumber ketenteraman bagi isterinya. Isteri juga adalah sumber ketenteraman bagi suaminya. Masing-masing merasa tenteram dengan adanya pasangan dan dari pasangannya. Serta masing-masing berusaha membuat tenteram pasangannya.
Allah berfirman : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS.Ar-Ruum [30]:21)
Suami adalah sumber kesenangan bagi isteri. Begitu juga istri adalah sumber kesenangan bagi suami.
Allah berfirman : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (syurga).” (QS. Ali Imran[3]:14)
Allah berfirman : “Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.Al-Furqaan [25]:74)
Di dalam kedua ayat tersebut, Allah berfirman dengan menyebutkan kata “wanita” dan “isteri” saja, tidak menyebutkan kata “laki-laki” dan “suami”. Seolah-olah dua ayat tersebut hanya ditujukan dan berlaku untuk laki-laki dan suami. Meskipun kata “laki-laki” dan “suami” tidak disebutkan, kedua ayat di atas juga ditujukan dan berlaku bagi para wanita dan isteri, sehingga dapat difahami juga sebagai berikut:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu lelaki-lelaki ….”
“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami suami-suami kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)…”
Suami merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap isterinya dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan layanan isterinya ketika berhubungan dengan isterinya dalam segala aktiviti sehari-hari. Pada saat yang sama suami juga harus membuat isterinya merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap dirinya dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanannya dalam setiap kesempatan dan aktiviti rumah tangga (bukan hanya ketika memerlukannya saja dan bukan hanya ketika di atas ranjang saja). Demikian juga sebaliknya, isteri merasakan hal yang sama terhadap suaminya dan berbuat hal yang sama kepada suaminya.
10 Tips Sukses Menjadi "Libas"/Pakaian bagi Pasangan
1. Selalu mendengar dengan segenap dan setulus hati setiap kata yang diekspresikan oleh pasangan.
2. Selalu ramah, mesra, bermuka manis dan tersenyum di hadapan pasangan.
3. Berdandan, berpenampilan rapi dan berbau harum untuk pasangannya baik ketika berada di dalam mahupun di luar rumah. Bukan isteri saja yang wajib melakukan ini, namun suami juga harus mewajibkan dirinya.
4. Menenangkan hati pasangan ketika dia merasa emosional dan ketika menghadapi ketegangan, kecemasan dan ketakutan dan menghibur hati pasangan ketika dia kecewa, bersedih hati, sakit hati dan sakit tubuhnya.
5. Biasakan mengucapkan "4 Kata Ajaib: Terima kasih, Maaf, Minta Izin dan Tolong" kepada pasangan pada setiap saat dan kesempatan di mana kata-kata tersebut patut dan perlu untuk diucapkan.
6. Melayani keperluan pasangan dengan senang dan ringan hati, ringan tangan, ringan kaki dan segera. Segera kerjakan jika dalam keadaan-keadaan yang memungkinkan. Malas termasuk di dalamnya. Bukan isteri saja yang harus melayani suami. Suami juga harus melayani isteri meskipun isteri tidak dalam keadaan darurat seperti sakit, mengandung dan melahirkan.
7. Tanyakan kabar dan perasaan pasangan meskipun tidak sedang berjauhan.
8. Ungkapkan rasa cinta dan kasih sayang anda kepada pasangan dengan sikap dan perilaku seperti berpegang tangan ketika berjalan kaki bersama dan menciumnya meskipun ketika tidak ada dorongan nafsu, dengan kata-kata seperti "Aku cinta/sayang kamu", dan dengan memanggilnya dengan nama panggilan yang indah serta dengan cara yang lemah lembut dan mesra.
9. Memuaskan pasangan dalam berhubungan badan/persetubuhan dengan melakukan segala hal yang diperlukannya sesuai dengan tuntunan Islam.
10. Tidak menceritakan hubungan badan mereka kepada orang lain. Tidak menceritakan aib yang dimiliki pasangan berupa kekurangan, kelemahan, kesalahan dan hal-hal negatif lainnya kepada orang lain (kecuali kepada hakim ketika bersaksi di pengadilan, kepada doktor untuk tujuan perubatan dan kepada guru, ustadz, psikitari atau konsultan untuk tujuan khidmat nasihat). Juga tidak mencari-cari, mengingat-ingat, serta mengungkit-ungkit atau menyebut aib yang dimiliki pasangan kepada pasangan.
Jadilah "Libas" bagi pasangan anda sesuai dengan tuntunan Allah. Untuk itu jadilah "Pengantin Baru" selama hayat masih dikandung badan kerana mengharap dan demi menggapai ridha Allah . Lakukan tips di atas terus menerus meskipun sudah bukan pengantin baru lagi di mana pada saat-saat itu dalam hati sudah timbul rasa "biasa" dan tidak "luar biasa" terhadap pasangan dan kehidupan rumah tangga.
Masa-masa ketika sudah tidak lagi menjadi pengantin baru adalah masa-masa ujian. Ini yang (memang) sukar dan berat. Diperlukan kemahuan yang kuat dan perjuangan yang berat untuk selalu menjadi “Pengantin Baru”. Sangat wajar dan fitrah jika ketika awal-awal mencuba melakukan tips di atas terasa aneh, merasa canggung dan malu. Namun jika dibiasakan, lama-lama akan menjadi biasa dan menjadi kebiasaan. Lain halnya ketika masih menjadi pengantin baru terutama ketika masa bulan madu, tanpa diajari dan disuruhpun, hal tersebut mudah, ringan dan automatik dilakukan.
Wahai para suami! Wahai para isteri! Sudahkah hari ini anda menjadi "Libas" bagi pasangan anda? Sudahkah hari ini anda berniat dan berkeinginan untuk menjadi "Libas" bagi belahan jiwa anda hingga nafas terakhir? Wahai para calon pengantin! Sudahkah hari ini anda berniat dan berkeinginan kelak akan menjadi "Libas" bagi pendamping hidup anda sejak malam pertama hingga malam terakhir (ketika maut menjemput)? Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pengantin lama, pengantin baru dan calon pengantin demi meraih kehidupan rumah tangga (Sakinah Mawaddah wa Rahmah). Amin.
Wallahu a’lam bishshawab..
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُواْ مَا كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ
"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu, mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, kerana itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu". (QS. Al-Baqarah [2]:187)
Ayat tersebut di atas adalah ayat popular yang sering dibaca, dikutip dan dikaji ketika akan datang dan selama bulan Ramadhan. Ayat tersebut menerangkan tentang beberapa aturan ketika berada di bulan Ramadhan. Salah satu aturan tersebut adalah dihalalkannya seorang suami melakukan hubungan badan dengan isterinya pada bila-bila masa pun di sepanjang malam hingga terbit fajar. Sebelum ayat ini turun, batas akhir boleh menggauli isteri adalah masuk waktu Isya' atau saat tidur sebelum masuk waktu Isya'. Tentu ini sangat berat bagi para sahabat Rasulullah, dan tentu juga bagi siapa saja. Oleh kerana itu Allah menurunkan ayat tersebut.
Yang menjadi fokus dalam tulisan ini adalah kata “Libas” yang tersebut dalam ayat tersebut. Dalam ayat tersebut Allah menyebut bahwa suami adalah "Libas" bagi isterinya dan isteri juga adalah "Libas" bagi suaminya. Kata “Libas” memberi erti Penutup Tubuh (pakaian), pergaulan, ketenangan, ketenteraman, kesenangan, kegembiraan dan kenikmatan.
Penutup Aib dan Perhiasan
Fungsi pakaian adalah untuk menutup aurat tubuh (lihat Surah Al A'raf ayat:26). Suami isteri adalah pakaian bagi pasangannya. Dengan demikian, suami isteri adalah penutup "aurat" bagi pasangannya. Fungsi pakaian juga sebagai perhiasan (lihat Surah Al A'raf ayat:26). Perhiasan adalah sesuatu yang indah dan berharga. Dengan memiliki dan atau memandang perhiasan mendatangkan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan. Suami adalah perhiasan bagi isterinya dan isteri adalah perhiasan bagi suami. Suami indah dilihat isteri dan juga sebaliknya. Suami merasa berharga bagi isterinya, dan pada saat yang sama suami menghargai isterinya. Demikian pula sebaliknya.
Allah berfirman : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (syurga).” (QS. Ali Imran [3]:14)
Sumber Ketenteraman dan Kesenangan
Suami adalah sumber ketenteraman bagi isterinya. Isteri juga adalah sumber ketenteraman bagi suaminya. Masing-masing merasa tenteram dengan adanya pasangan dan dari pasangannya. Serta masing-masing berusaha membuat tenteram pasangannya.
Allah berfirman : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS.Ar-Ruum [30]:21)
Suami adalah sumber kesenangan bagi isteri. Begitu juga istri adalah sumber kesenangan bagi suami.
Allah berfirman : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (syurga).” (QS. Ali Imran[3]:14)
Allah berfirman : “Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.Al-Furqaan [25]:74)
Di dalam kedua ayat tersebut, Allah berfirman dengan menyebutkan kata “wanita” dan “isteri” saja, tidak menyebutkan kata “laki-laki” dan “suami”. Seolah-olah dua ayat tersebut hanya ditujukan dan berlaku untuk laki-laki dan suami. Meskipun kata “laki-laki” dan “suami” tidak disebutkan, kedua ayat di atas juga ditujukan dan berlaku bagi para wanita dan isteri, sehingga dapat difahami juga sebagai berikut:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu lelaki-lelaki ….”
“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami suami-suami kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)…”
Suami merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap isterinya dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan layanan isterinya ketika berhubungan dengan isterinya dalam segala aktiviti sehari-hari. Pada saat yang sama suami juga harus membuat isterinya merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap dirinya dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanannya dalam setiap kesempatan dan aktiviti rumah tangga (bukan hanya ketika memerlukannya saja dan bukan hanya ketika di atas ranjang saja). Demikian juga sebaliknya, isteri merasakan hal yang sama terhadap suaminya dan berbuat hal yang sama kepada suaminya.
10 Tips Sukses Menjadi "Libas"/Pakaian bagi Pasangan
1. Selalu mendengar dengan segenap dan setulus hati setiap kata yang diekspresikan oleh pasangan.
2. Selalu ramah, mesra, bermuka manis dan tersenyum di hadapan pasangan.
3. Berdandan, berpenampilan rapi dan berbau harum untuk pasangannya baik ketika berada di dalam mahupun di luar rumah. Bukan isteri saja yang wajib melakukan ini, namun suami juga harus mewajibkan dirinya.
4. Menenangkan hati pasangan ketika dia merasa emosional dan ketika menghadapi ketegangan, kecemasan dan ketakutan dan menghibur hati pasangan ketika dia kecewa, bersedih hati, sakit hati dan sakit tubuhnya.
5. Biasakan mengucapkan "4 Kata Ajaib: Terima kasih, Maaf, Minta Izin dan Tolong" kepada pasangan pada setiap saat dan kesempatan di mana kata-kata tersebut patut dan perlu untuk diucapkan.
6. Melayani keperluan pasangan dengan senang dan ringan hati, ringan tangan, ringan kaki dan segera. Segera kerjakan jika dalam keadaan-keadaan yang memungkinkan. Malas termasuk di dalamnya. Bukan isteri saja yang harus melayani suami. Suami juga harus melayani isteri meskipun isteri tidak dalam keadaan darurat seperti sakit, mengandung dan melahirkan.
7. Tanyakan kabar dan perasaan pasangan meskipun tidak sedang berjauhan.
8. Ungkapkan rasa cinta dan kasih sayang anda kepada pasangan dengan sikap dan perilaku seperti berpegang tangan ketika berjalan kaki bersama dan menciumnya meskipun ketika tidak ada dorongan nafsu, dengan kata-kata seperti "Aku cinta/sayang kamu", dan dengan memanggilnya dengan nama panggilan yang indah serta dengan cara yang lemah lembut dan mesra.
9. Memuaskan pasangan dalam berhubungan badan/persetubuhan dengan melakukan segala hal yang diperlukannya sesuai dengan tuntunan Islam.
10. Tidak menceritakan hubungan badan mereka kepada orang lain. Tidak menceritakan aib yang dimiliki pasangan berupa kekurangan, kelemahan, kesalahan dan hal-hal negatif lainnya kepada orang lain (kecuali kepada hakim ketika bersaksi di pengadilan, kepada doktor untuk tujuan perubatan dan kepada guru, ustadz, psikitari atau konsultan untuk tujuan khidmat nasihat). Juga tidak mencari-cari, mengingat-ingat, serta mengungkit-ungkit atau menyebut aib yang dimiliki pasangan kepada pasangan.
Jadilah "Libas" bagi pasangan anda sesuai dengan tuntunan Allah. Untuk itu jadilah "Pengantin Baru" selama hayat masih dikandung badan kerana mengharap dan demi menggapai ridha Allah . Lakukan tips di atas terus menerus meskipun sudah bukan pengantin baru lagi di mana pada saat-saat itu dalam hati sudah timbul rasa "biasa" dan tidak "luar biasa" terhadap pasangan dan kehidupan rumah tangga.
Masa-masa ketika sudah tidak lagi menjadi pengantin baru adalah masa-masa ujian. Ini yang (memang) sukar dan berat. Diperlukan kemahuan yang kuat dan perjuangan yang berat untuk selalu menjadi “Pengantin Baru”. Sangat wajar dan fitrah jika ketika awal-awal mencuba melakukan tips di atas terasa aneh, merasa canggung dan malu. Namun jika dibiasakan, lama-lama akan menjadi biasa dan menjadi kebiasaan. Lain halnya ketika masih menjadi pengantin baru terutama ketika masa bulan madu, tanpa diajari dan disuruhpun, hal tersebut mudah, ringan dan automatik dilakukan.
Wahai para suami! Wahai para isteri! Sudahkah hari ini anda menjadi "Libas" bagi pasangan anda? Sudahkah hari ini anda berniat dan berkeinginan untuk menjadi "Libas" bagi belahan jiwa anda hingga nafas terakhir? Wahai para calon pengantin! Sudahkah hari ini anda berniat dan berkeinginan kelak akan menjadi "Libas" bagi pendamping hidup anda sejak malam pertama hingga malam terakhir (ketika maut menjemput)? Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pengantin lama, pengantin baru dan calon pengantin demi meraih kehidupan rumah tangga (Sakinah Mawaddah wa Rahmah). Amin.
Wallahu a’lam bishshawab..
Comments
Post a Comment