- SELAMAT MELAYARI BLOG INI SEMOGA KITA MEMPEROLEHI MANFAATNYA DAN HARAP DISEBARLUASKAN KEPADA PEMBACA YANG LAIN PULA BERSESUAIAN DENGAN SABDA RASULULLAH S.A.W "SAMPAIKAN DARIPADAKU WALAUPUN DENGAN SATU AYAT"

Sunday, July 15, 2012






Tips Agar Anda Dicintai Semua Manusia



Anda ingin dicintai ayah-bunda Anda? Anda ingin dicintai pasangan Anda? Anda ingin dicintai anak-anak Anda? Anda ingin dicintai teman Anda? Bahkan musuh Anda?

Carilah cinta Allah. Jika Allah benar-benar telah mencintai Anda, maka semua makhluk akan mencintai Anda. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ: إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ، فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِى جِبْرِيلُ فِى السَّمَاءِ: إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ وَيُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِى أَهْلِ الأَرْضِ»
“Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Tinggi apabila mencintai seorang hamba, maka dia memanggil Jibril, ‘Sungguh Allah telah mencintai fulan, maka cintailah dia.’ Maka, Jibril mencintainya lalu Jibril menyeru ke langit, ‘Sungguh Allah telah mencintai fulan, maka cintailah dia.’ Lalu, penduduk langit mencintainya dan diletakkan penerimaan untuknya di penduduk bumi.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih a-Bukhari (no. 7485) dan Shahih Muslim (no. 2637) dari Abu Hurairah]
قاَلَ مُحَمَّدٌ فُؤَادٌ عَبْدُالْبَاقِي: إِذَا أَحَبَّ اللَّهَ عَبْدًا حَبِّبْهُ لِعِبَادِهِ
Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi berkata, “Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan menjadikan semua hamba mencintainya.” [Al-Lu’lu wal Marjan (hal. 449)]

Apakah benar orang yang membenci saya seketika mencintai saya bila Allah telah mencintai saya? Benar, tanpa diragunakan, bahkan musuh sekalipun. Abu Hurairah dan ibunya adalah di antara shahabat yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan setia kepada-Nya. Lalu, Allah jadikan manusia mencintainya bahkan nonmuslim sekalipun. Abu Hurairah berkata:
مَا سَمِعَ بِي أَحَدٌ يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ إِلاَّ أَحَبَّنِي
“Tidak ada seorang pun yang mendengar diriku baik orang Yahudi dan Nasrani, melainkan dia mencintaiku.” [Hasan: al-Adab al-Mufrad (no. 34) oleh al-Bukhari. Dinilahi hasan oleh al-Albani dalam al-Misykah (no. 5895)]



Lalu, bagaimana caranya agar Allah mencintai saya? Allah mengabarkan sendiri:

1:: Menjadi pengikut setia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
((قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ))
“Katakanlah, ‘Jika kalian mencintai Allah ikutilah aku (Rasululllah), maka Allah akan mencintai kalian.” [QS. Ali Imran [3]: 31]

Ini adalah wasilah yang paling utama dan paling penting dalam meraih cinta Allah subhanahu wa ta’ala. Tentunya mengikuti Rasulullah berarti mempelajari dan mengamalkan sunnah-sunnahnya dan menjauhi bid’ah, mentaati semua perintahnya, membenarkan semua kabar darinya, menjauhi semua larangan dan peringatannya, dan hanya menyembah Allah dengan petunjuknya. Inilah jalan terbaik dan terpenting untuk mencari cinta Allah.

2:: Suka bertobat dan membersihkan diri. Allah mengabarkan:
((إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ))
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri.” [QS. Al-Baqarah [2]: 222]

Banyak tafsir mengenai «الْمُتَطَهِّرِينَ». Atha` bin Abi Rabbah menafsirkannya, “Membersikan diri untuk melaksanakan shalat.” [Yakni, berwudhu–penj] Adapun Mujahid menafsirkannya dengan menahan diri dari menyetubuhi istri dari anusnya. Mungkin alasan beliau –Allahu a’lam– karena konteks ayat sebelumnya berbicara tentang hubungan suami istri.
قاَلَ مُجَاهِدٌ: مَنْ أَتَى امْرَأَتَهُ فِي دُبُرِهَا فَلَيْسَ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Mujahid berkata, “Barangsiapa yang menggauli istrinya di anusnya, maka dia tidak termasuk ‘orang-orang yang membersihkan diri’.” [Tafsir ath-Thabari (IV/395). Semua perawinya tsiqah]

3:: Suka berbuat baik kepada sesama. Allah berfirman:
((وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ))
“Dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” [QS. Al-Baqarah [2]: 195]

4:: Pasrah dan bertawakal kepada-Nya, tidak kepada selain-Nya. Allah berfirman:
((فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ))
“Maka, apabila kamu telah membulatkan tekat, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” [QS. Al-Baqarah [3]: 159]

5:: Adil dalam bertindak dan mengambil keputusan. Allah berfirman:
((وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ))
“Dan apabila kamu memutuskan, maka putuskan di antara mereka dengan adil. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil.” [QS. Al-Maidah [5]: 42. Lihat pula al-Hujurat [49]: 9 dan al-Mumtahanah [60]: 8]

6:: Bertakwa kepada Allah. Allah berfirman:
((إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ))
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” [QS. At-Taubah [9]: 4]

7:: Berjihad di jalan Allah. Allah berfirman:
((إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ))
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan berbaris-baris seolah-olah mereka itu bagaikan bangunan yang kokoh.” [QS. Ash-Shaff [61]: 4]

8:: Berkasih sayang sesama kaum muslimin dan keras kepada orang-orang kafir serta tidak takut celaan selagi dalam kebenaran. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ))
“Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya yang kasih sayang terhadap orang-orang mukmin, keras terhadap orang-orang kafir, berjihad di jalan Allah, dan tidak takut celaan orang yang mencela.” [QS. Al-Ma’idah [5]: 54]

Memang secara zhahir orang fajir tidak suka dekat-dekat dengan orang shalih yang suka menasihatinya. Dia lebih suka dan enjoy dengan kawannya sesama fajir. Namun, Tidaklah ia menolak nasihat si shalih dan menjauhinya melainkan hanya karena hawa nafsunya belum siap menerima kebaikan. Bila si shalih telah wafat, terkadang dia langsung tersadar dan sedih karena tidak ada lagi yang bisa mengingatkannya kepada akhirat. Kawan-kawannya? Bahkan sebenarnya dia benci dengan kawan-kawannya. Beginilah, jika Allah telah mencintai seorang hamba, maka Dia akan menjadikan seluruh manusia mencintainya.

Semoga Allah yang Maha Lembut memasukkan kita dalam golongan orang-orang yang dicintai-Nya.[]


Ditulis oleh: Abu Zur’ah ath-Thaybi
Tanggal: 26 April 2012

 http://www.abuzurah.cu.cc/2012/04/tips-agar-anda-dicintai-semua-manusia.html

No comments:

Post a Comment